INILAH.COM, Purwakarta - Ribuan warga di dua kabupaten bergerak mengungsi. Menyusul beredarnya isu Bendungan Jatiluhur jebol.
Isu ini berkembang sejak Minggu (21/3) hingga Senin (22/1). Dalam waktu singat, masyarakat di hilir bendungan, di antaranya di desa Cikao Bandung, Purwakarta dan masyarakat Curug, Kecamatan Klari, Karawang, langsung panik.
Ribuan warga di dua kabupaten terdekat dengan Jatiluhur, mulai Minggu malam ramai-ramai mengungsi meninggalkan rumah mereka.
Di Curug, aparat desa mengumumkannya melalui pengeras suara di mesjid bahwa Bendungan Jatiluhur jebol. Di Cikao Bandung, rumah-rumah warga digedor aparat kampung meminta agar segera meninggalkan rumah karena bendungan jatiluhur jebol.
Karena suasana panik, Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Pramono Eddy Wibowo bersama Kapolda Jawa Barat, Irjen Timur Pradopo mendatangi Bendungan Jatiluhur, Purwakarta, Senin (22/3) siang.
Pangdam memastikan bendungan utama Ir H Djuanda atau Bendungan Jatiluhur masih aman. Kunjungan ke Bendungan Jatiluhur hanya untuk memastikan kondisi bendungan, sebagaimana pada akhir-akhir ini pemberitaan di media terancam jebol. Ternyata setelah saya tinjau sekarang, kondisi bendungan ini masih aman, ujar Pangdam.[*/ims]