INILAH.COM, Purwakarta - Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Pramono Eddy Wibowo memastikan bendungan utama Ir H Djuanda atau Bendungan Jatiluhur masih aman.
Adik ipar Presiden SBY itu Senin siang (22/3) mendatangi bendungan Jatiluhur bersama Kapolda Jabar, Mayjen Pol Timur Pradopo.
Kepada masyarakat, Pangdam mengimbau agar tetap tenang dan tidak perlu cemas. Terutama, kepada masyarakat di sebelah hilir bendungan tetap meningkatkan kewaspadaan.
Di tempat yang sama, tenaga senior PJT II Jatiluhur, Ir Supangat menyatakan, pihaknya memang terpaksa menggelontorkan air dari Bendungan Jatiluhur. Itu dilakukan untuk menghindari kerusakan pada tanggul penahan bendungan.
Tak ada pilihan bagi kami. Saat ini, lebih baik kita lepaskan air dari bendungan ini untuk mengurangi volume yang terus meninggi, katanya.
Pasalnya, kata Supangat, permasalahan akan semakin runyam kalau TMA mencapai 110 meter. Kemungkinan terburuk pada kondisi TMA 110 air, kami khawatir tanggul tak sanggup lagi menahan volume dan jebol, tukasnya.
Bilamana hal terburuk terjadi, sambung dia, peristiwanya akan lebih dahsyat dari musibah Situ Gintung, dengan melubernya 3 miliar kubik air bah dari Bendungan Jatiluhur.
Kekuatan daya dorong air bisa 1500 kali kecepatan Situ Gintung, jelasnya.[*/ims]