INILAH,.COM, Sidoarjo - Ulama NU dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama se Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menilai Solahuddin Wahid atau Gus Solah sebagai Ketua Umum PBNU yang paling tepat dipilih pada Muktamar ke-32 NU di Makassar pada 23-28 Maret.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah, Kecamatan Krian, Sidoarjo, KH Ali Mustafa, Senin (22/3), mengatakan, Gus Solah adalah figur paling tepat memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. "Kami menilai, Gus Solah merupakan tokoh yang tepat untuk memimpin NU ke depan," katanya.
Sebelum berangkat, para ulama dari 18 kecamatan se-Sidoarjo itu mengadakan doa bersama di posko salah satu Bakal Calon Bupati Sidoarjo periode 2010-2015, Bambang Prasetyo Widodo. Selain berdoa untuk keselamatan dalam perjalanan, mereka juga mendoakan muktamar berjalan lancar dan Gus Solah bisa terpilih menjadi ketua umum PBNU.
Jumlah pengurus majelis wilayah cabang NU Sidoarjo yang berangkat ke Makassar sebanyak 20 orang. Sebelumnya, Pengurus Cabang NU Sidoarjo selaku utusan resmi juga sudah berangkat ke Makassar.
"Alasan lain, Gus Solah merupakan keturunan dari pendiri NU yaitu Hadratussyeikh KH Hasyim Asy'ari, apalagi adik kandung almarhum Gus Dur itu juga berasal dari Jawa Timur yang mengerti karakter masyarakat NU, sebab mayoritas masyarakat NU berada di wilayah Jatim," ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap Gus Solah bisa menjadi ketua umum PBNU menggantikan Hasyim Muzadi. "Harapan kami, pada pemilihan ketua umum nanti tidak ada gesekan di antara para calon yang akan maju," imbuhnya. [*/mut]