INILAH.COM, Jakarta - Sepanjang 2009, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencetak kenaikan laba bersih 34,7% menjadi Rp7,16 triliun, ketimbang laba 2008 hanya 5,31 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengungkapkan, pertumbuhan laba bersih ini didukung adanya laba operasi dari Rp7,91 triliun menjadi Rp10,43 triliun di 2009. Selain itu, fee based incomenya pun tumbuh 21,7% dari Rp4,7 triliun pada kuartal IV-2008 menjadi Rp5,7 triliun pada kuartal IV-2009 dengan total fee income yang berasal dari segmen retail (MRB) sekitar Rp17,36 triliun.
Pada tahun 2009, Bank Mandiri menyalurkan kredit Rp198,55 triliun, naik 13,8% dibandingkan total kredit tahun 2008 yang sebesar Rp174,5 triliun.
"Pencapaian ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena total kredit yang disalurkan masih terus tumbuh sehingga memperkuat komitmen Bank Mandiri untuk menjalankan perannya sebagai lembaga intermediasi secara aktif," ujar Agus Martowardojo kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/3).
Agus Marto menguraikan, pertumbuhan Bank Mandiri pun terlihat di semua segmen, di mana pertumbuhan tertinggi tercatat di segmen mikro yang mencapai 22,9% dari Rp4,4 triliun di tahun 2008 menjadi Rp5,4 triliun pada Desember 2009. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah rekening dari 271.199 rekening menjadi lebih dari 430 ribu rekening. Sementara itu, kredit ke segmen usaha small business mengalami pertumbuhan sebesar Rp2,28 triliun menjadi Rp17,10 triliun.
Untuk mendorong sektor riil khususnya segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Bank Mandiri memberikan kemudahan bagi pembiayaan UMKM dengan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu Bank Mandiri juqa telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,04 triliun melalui 36.978 debitur. Sebagai pengembangan kredit ke segmen mikro sampai dengan tahun 2009 Bank Mandiri telah memiliki 811 outlet atau unit pelayanan khusus untuk segmen mikro.
Di segmen wholesale, kredit yang disalurkan oleh unit bisnis corporate banking pada triwulan keempat 2009 tumbuh 12,5% menjadi Rp69,8 triliun. Unit bisnis commercial banking mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp49,1 triliun.
Sepanjang tahun 2009 base lending rate (bunga kredit) Bank Mandiri terus mengalami penurunan dari 11,60% pada akhir tahun 2008 menjadi 9,29% pada akhir tahun 2009. Penurunan bunga kredit sepanjang tahun 2009 tersebut dilakukan secara bertahap sebanyak lima kali, yaitu pada bulan Januari, April, Juni, Agustus, dan November 2009, dengan kisaran penurunan antara 0,25% hingga 0,5%.
Dana pihak ketiga Bank Mandiri menjadi Rp319,6 triliun pada Desember 2009 dari Rp289,1 triliun pada Desember 2008. Aset Bank Mandiri mengalami kenaikan menjadi Rp394,6 triliun sampai Desember 2009 dari sebelumnya Rp358,4 triliun pada 2008.
Penghimpunan dana murah seperti Giro dan Tabungan mencapai Rp186,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen dari Desember 2008 sebesar Rp164 triliun. [san/cms]