Selasa, 29 Mei 2012 | 04:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
MUI: Masjid Hadap Barat Tak Salah Kiblat
Headline
istimewa
Oleh:
web - Senin, 22 Maret 2010 | 19:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan masjid/mushola yang kiblatnya menghadap ke barat tidak perlu dibongkar atau diubah karena berdasarkan letak geografis Indonesia yang berada di bagian timur Ka'bah/Mekah kiblat shalat muslim Indonesia menghadap ke barat.

"Bangunan masjib baru pun, sepanjang orang yang shalat menghadap ke arah barat, sudah benar. Memang sudah benar begitu menurut Al Quran dan Hadis Nabi," kata Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ali Mustafa Yaqub di kantor MUI Jakarta, Senin (12/3).

Pernyataan yang mengacu pada fatwa MUI nomor 03 tahun 2010 tentang kiblat yang dikeluarkan 1 Februari 2010 tersebut kembali disampaikan untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai dugaan pergeseran kiblat shalat muslim Indonesia akibat pergeseran lempengan bumi.

Ali menjelaskan menurut ketentuan hukum agama kiblat orang yang shalat dan dapat melihat Ka'bah adalah menghadap ke bangunan Ka'bah ('ainul Ka'bah). Sedang kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat Ka'bah adalah arah Ka'bah (jihat al-Ka'bah).

"Letak geografis Indonesia yang berada di bagian timur Ka'bah/Mekah, maka kiblat umat Islam Indonesia menghadap ke arah barat," katanya menegaskan.

Ia menjelaskan, menurut Imam al-Muzanni yang mengutip pernyataan gurunya, Imam al-Syafi'i, yang wajib adalah menghadap ke arah Ka'bah (jihat al-Ka'bah) karena seandainya yang wajib adalah menghadap kepada bangunan Ka'bah secara fisik maka shalat jamaah yang shafnya memanjang tidak sah sebab diantara mereka akan ada orang yang menghadap ke arah di luar bangunan Ka'bah.

Tentang dugaan adanya pergeseran kiblat akibat pergeseran lempeng bumi sebelumnya pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof Dr Thomas Djamaluddin menyatakan bahwa hal itu tidak benar. Dia mengakui banyak masjid di Indonesia yang kiblatnya kurang tepat namun hal itu bukan karena adanya perubahan kiblat tetapi karena penentuan kiblat sebelum pembangunannya yang tidak akurat. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.