INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Senin (22/3) rupiah ditutup pada kisaran 9.115 atau melemah 20 poin dibandingkan penutupan pekan lalu 9.095.
Hal itu disampaikan Foreign Exchange Department Head Bank Mutiara, Frans Darwin Sinurat saat dihubungi INILAH.COM, Senin (22/3).
Frans mengatakan, rupiah melemah karena mata uang dolar AS yang menguat secara global dan adanya capital outflow di bursa saham. Ini ditandai dengan indeks bursa saham Asia yang ditutup negatif. "Rupiah melemah tetapi tertahan di kisaran 9.115-9125 karena sentimen global. Tapi capital outflow yang terjadi hanya jangka pendek," kata Frans.
Selain itu, menurut Frans, beberapa negara di Asia menahan penguatan rupiah. Hal ini dikarenakan agar tidak menganggu ekspor. Frans memprediksikan, rupiah akan melemah pada perdagangan Selasa (23/3). Menguatnya
mata uang dolar AS masih menjadi sentimen untuk rupiah. "Rupiah akan berada di kisaran 9.100 kalau ada penguatan, dan bila melemah di kisaran 9.140-9.150," tambah Frans. [hid] [[indosat]]