Minggu, 27 Mei 2012 | 17:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Skema Samurai Bond Belum Diubah
Headline
Rahmat Waluyanto - inilah.com
Oleh: Rosdianah Dewi
web - Senin, 22 Maret 2010 | 18:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah masih belum berniat menambah skema penawaran samurai bond seperti yang tawarkan pemerintah Jepang.

"Sementara yang diterbitkan pemerintah dalam 2 tahun ini masuk dalam skim MASF atau Market Access Support Facility dengan framework DDO", ujarnya Ditjen Pengelolaan Utang, Kemeterian Keuangan, Rahmat Waluyanto, di Jakarta, Senin (22/3).

Rahmat mengatakan, hingga saat ini, pemerintah masih merundingkan lagi mengenai tambahan pinjaman. Dari jumlah penjaminan yang telah disepakati sebesar US$1,5 miliar, hingga sekarang tidak ada rencana penambahan.

Seperti diberitakan oleh Bloomberg bahwa Pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk tak memberi batasan dalam rencana penjaminan penerbitan Samurai Bond. Langkah ini dilakukan untuk lebih mengembangkan pasar modal di negeri sakura itu.

Pernyataan itu disebutkan oleh seorang pejabat internal Bank pemerintah Jepang yang namanya tidak ingin dipublikasikan. Pejabat itu mengatakan bahwa Japan Bank for International Cooperation (JBIC), memberi sinyal dukungan penjaminan bisa melebihi 500 miliar yen atau setara lebih dari US$5,5 miliar untuk semua negara.

Mantan Menteri Keuangan Kaoru Yosano mengatakan, program penjaminan ini diberikan sepenuhnya untuk mendukung pengembangan Asia yang telah terkena badai krisis ekonomi global. Tak hanya untuk Indonesia, dukungan JBIC itu juga berlaku antara lain untuk Mexico, dan Colombia yang telah mendapatkan komitmen itu tahun lalu. Sedang untuk tahun ini masih ada dalam pembicaraan yakni dengan pemerintah Vietnam dan Mongolia.

Penjualan Samurai bond tahun lalu tercatat turun 43 % menjadi 1,3 triliun yen setelah Lehman Brothers Holdings Incorporation dinyatakan gagal bayar. Tujuan program penjaminan itu adalah untuk memperkuat pasar Samurai Bond yang juga diharapkan bisa memberi kesetabilan ekonomi Asia pasca krisis global.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini berniat menerbitkan Samurai Bond bulan depan (semester I) setelah tahun lalu memanfaatkan penjaminan ini sebesar 35 miliar yen (US$350 juta) dengan tenor 10 tahun dan bunga 2,73 persen, sedangkan Filipina telah menerbitkan 100 miliar yen.

Penerbitan itu semuanya dipakai untuk memperluas pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan Negara masing-masing. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.