INILAH.COM, Jakarta Pernyatan Presiden PKS Tifatul Sermbiring yang menyebut calon presiden tua harus minggir bukanlah untuk menjatuhkan lawan politiknya. Namun, itu merupakan bagian dari pendidikan politik dan bukan untuk menaikkan popularitasnya.
"Hal-hal yang disampaikan PKS dan Tifatul Sembiring itu bagian dari pendidikan politik. Jadi tidak ada yang tersinggung maupun dijegal," kata anggota DPR Mahfud Sidik, Ketua Bidang Perencanaan DPP PKS, usai acara 'RUU Pilpres dan Peluang Kaum Muda dalam Pilpres 2009' di gedung Jakarta Media Center (JMC), Selasa (5/8).
Hal itu, lanjut Mahfud, juga bukan upaya meningkatkan popularitas PKS. Melainkan merupakan sirkulasi kepemimpinan yang mandek selama 32 tahun Orde Baru memerintah.
"Hal ini membuat masyarakat bisa membuka untuk menentukan pilihan-pilihan alternatif. Tidak hanya merupakan produk stagnasi kepemimpinan," tegas Ketua Fraksi PKS DPR ini. [R2]