INILAH.COM, Jakarta - Pencalonan diri Primus sebagai Bupati Subang disambut baik masyarakat. Namun tak sedikit juga yang menganggapnya hanya mencari sensasi. Namun ia membantahnya.
Primus sadar betul, setiap gerak-geriknya bakal jadi sorotan masa. Termasuk ketika ia mencalonkan diri sebagai Bupati Subang. "Salah kalau gue melakukan ini demi mencari popularitas. Gue sudah pernah merasakan itu. Justru gue mempertaruhkan itu sekarang," kata Primus.
"Gue melakukan ini karena masyarakat yang meminta gue memimpin mereka supaya bisa membawa perubahan yang baik. Setelah melihat apa yang mereka butuhkan, gue merasa mampu," jelas suami Jihan Fahira ini.
Selama berapa bulan, Primus mengunjungi warga Subang untuk melihat kondisi warga. "Gue selalu melakukan dialog. Gue selalu bertanya kepada mereka apa saja yang mereka butuhkan dan harapkan. Gue catat semuanya. Mereka meminta gue melakukan perubahan buat hidup mereka," ujar Primus.
"Taraf hidup masyarakat Subang jauh di bawah wilayah-wilayah lain sekitarnya. Kalau ada yang bilang gue mencari keuntungan, nggak mungkin gue memilih Subang. Semua ini demi gue lakukan demi masyarakat. Karena gue memiliki darah Subang. Nenek gue asli Subang," kata Primus dengan anada penuh semangat.
Baginya memiliki popularitas memiliki sedikit keuntungan. "Waktu awal-awal gue tidak melakukan kampanye besar-besaran. Gue cuma menggunakan pin. Bukan baliho atau spanduk," papar Primus yang mencalonkan diri lewat jalur independen. "Nggak ada dukungan dari partai," tegasnya.
Meski tanpa dukungan partai politik, namun Primus sangat yakin memperoleh banyak dukungan suara. "Ya, doakan saja, supaya saya bisa membawa perubahan untuk masayarakat Subang," harapnya.[L7]