Senin, 28 Mei 2012 | 14:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kostum Koruptor, Kejagung-KPK Tak Kompak
Headline
Marwan Effendy - inilah.com/subekti
Oleh: Djibril Muhammad
web - Jumat, 8 Agustus 2008 | 13:41 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Usul KPK mengenai kostum untuk para koruptor ternyata tidak mendapat dukungan dari Kejaksaan Agung. Pengenaan baju khusus pada tahan koruptor dinilai Kejagung kurang tepat.

"Iya, nggak setuju, biasa sajalah. Orang nggak punya baju dikasih baju, orang sudah punya baju ngapain dikasih baju," kata Jampidsus Marwan Effendy usai salat Jumat di Masjid Kompleks Kejagung, Jakarta, Jumat (8/8).

Menurut Marwan, koruptor yang ditahan belum tentu bersalah. Belum ada putusan hukum tetap, tulisan 'Tersangka Korupsi' yang tertempel di baju koruptor sudah memberikan penilaian pada masyarakat.

"Jadi kita harus menghargai haknya. Kalau persidangan masak pakai celana pendek. Sidang pengadilan adalah sidang terhormat, jadi harus kita hargai sidangnya. Jaksa aja harus pakai toga, jadi kalau bisa pakai jas, pakai dasi," ujar Marwan.

Ditambah dengan tangan diborgol ketika masuk pengadilan, kata Marwan, hal itu sama sekali tidak memberikan pendidikan hukum yang baik pada masyarakat. "Belum tentu menjamin kaya begitu bisa mengurangi korupsi. Jadi biasa saja," imbuh Marwan.[L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.