INILAH.COM, Jakarta Fachry Ali, pengamat politik dari LIPI, sangat mendukung usul Wakil Ketua KPK M Jasin untuk memberikan baju khusus dan pemborgolan bagi koruptor dalam persidangan. Hal ini diharapkan bisa menjadi serangan psikis, terhadap calon-calon koruptor yang lainnya.
"Ini efektif sekali dan saya dukung itu. Dengan diborgol dan kostum yang bertuliskan koruptor, diharapkan bisa membuat efek jera bagi yang melakukan dan yang lainnya," kata Fachry, usai diskusi di gedung DPR, Jumat (8/8).
Fachry mengatakan, secara psikis, orang yang memakai maupun yang melihat memiliki perasaan tersendiri apabila menyaksikan tindakan KPK tersebut. "Sebenarnya KPK yang paling legitimate untuk melakukan itu. Karena selama ini tidak ada KPK yang bertindak nakal," nilainya.
Dalam mengungkap sebuah kasus, kata Fachry, KPK juga memiliki cara-cara tersendiri. Lembaga itu tidak sembarangan menangkap orang, karena mengumpulkan lebih dulu semua data yang ada lalu dicari cara ntuk menangkapnya.
"Seperti kasus Al Amin. Seakan-akan tidak apa-apa. Tapi tapi sebenarnya sudah kumpulkan data. Dia tidak ada SP 3, karena ambil pola Hongkong. Di mana setiap pejabat negara, biarpun ambil seperak tetap hukum yang berlaku," katanya.
Karena itu, Fachry mengimbau DPR sebagai lembaga legislatif untuk membantu kinerja KPK. "Jadi jangan sekali-kali DPR membubarkan KPK atau mempretelinya, karena masyarakat akan memberontak. Saat ini masyarakat berpikir ini tidak ada anggota KPK yang bertindak nakal," pungkasnya. [R2]