Kamis, 17 Mei 2012 | 08:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wow! Tagihan Listrik Istana Turun 30%
Headline
Hatta Rajasa - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh:
web - Minggu, 10 Agustus 2008 | 14:57 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Gerakan Penghematan Energi dan Air yang dilakukan di kompleks Istana Kepresidenan dan kantor Sekertaris Negara untuk periode Mei-Juli 2008 telah berhasil menurunkan tagihan rekening listrik lebih dari Rp 100 juta.

Menteri Sekertaris Negara Hatta Rajasa, mengungkapkan hal itu di Jakarta, Minggu (10/8), usai mendampingi Presiden SBY mencanangkan Gerakan Nasional Penghematan energi dan Air.

"Jika pada Mei 2008 tagihan listrik gedung utama Sekertariat Negara sebesar Rp 382.947.860 maka pada Juli 2008 hanya sebesar Rp 253.086.205," jelas Hatta.

Sementara itu, lanjut dia, tagihan listrik gedung I, II dan III kompleks Istana Kepresidenan yang pada Mei 2008 berturut-turut adalah Rp 9.990.400, Rp 23.333.400 dan Rp 44.806.000 turun menjadi Rp 5.732.400, Rp 18.503.400 dan Rp 42.220.400 pada Juli 2008.

"Terjadi penurunan sekitar 30-an persen," katanya.

Sebelumnya Presiden Yudhoyono menyebut bahwa kompleks Istana Kepresidenan dan Sekertariat Negara telah berhasil menurunkan penggunaan listrik sebesar 31,7 persen selama periode Mei-Juli 2008.

Hatta juga menjelaskan bahwa di lingkungan Istana Kepresidenan telah ada petugas yang bertugas untuk mencatat laporan harian penggunaan listrik.

"Kemudian dilaporkan kepada saya setiap pekannya, yang lalu saya laporkan kepada Presiden dalam bentuk laporan bulanan," katanya seraya mengatakan bahwa tagihan listrik bulan Mei 2008 dijadikan patokan awal.

Menurut Hatta, sekalipun beberapa bulan terakhir ada kegiatan "wisata Istana untuk Rakyat" pada Sabtu dan Minggu namun penggunaan listrik di lingkungan Istana Kepresidenan tetap mengalami penurunan.

Kepada gedung-gedung yang ternyata tidak memenuhi target penurunan, kata Mensesneg, dikenakan teguran dan hukuman.

Presiden SBY secara khusus menargetkan jajaran pemerintah menurunan penggunaan energi dan air sebesar 30 persen.

Menurut Presiden, jika secara nasional Indonesia dapat menghemat sebesar 20 hingga 30 persen dengan kisaran harga minyak dunia sekarang sebesar 120 dolar AS per barel maka subsidi dalam APBN dapat berkurang hingga Rp 45-70 triliun.

Minggu pagi, Presiden SBY menekan sirine yang menandai pencanangan Gerakan Nasional Penghematan Energi dan Air itu dengan iringan lagu karya SBY yang berjudul "Save Our Planet".

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Ibu Ani Yudhoyono itu tampak hadir juga Mendagri Mardiyanto, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Sekertaris Negara Hatta Rajasa, Menristek Kusmayanto Kadiman, dan Menteri Prehubungan Jusman Syafi'i Djamal.[*/L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.