Minggu, 27 Mei 2012 | 19:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Suami Usia 40, Istri Rawan Keguguran
Headline
istimewa
Oleh: Entin Supriati, Kontributor
web - Selasa, 12 Agustus 2008 | 02:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pasangan yang sedang berusaha mendapatkan keturunan akan lebih sulit apabila calon bapak berusia di atas 40 tahun. Selama ini usia calon ibu memegang porsi terbesar dalam keberhasilan dan kegagalan mendapatkan keturunan.

Temuan ilmuwan Perancis seperti yang disampaikan pada Konferensi European Society of Human Reproduction and Embryology baru-baru ini menyebutkan bahwa pengaruh usia calon bapak terbukti lebih kuat dibanding perkiraan semula.

"Untuk pertama kali data menunjukkan bahwa faktor paternal dalam inseminasi buatan mempunyai efek kuat termasuk tinggat keguguran janin," kata Dr Stephanie Belloc yang memimpin riset dari Eylau Centre for Assisted Reproduction.

Secara keseluruhan kegagalan pembuahan dari segi paternal karena penurunan jumlah sperma dan kualitasnya. Namun sekarang tanpa terlalu detail, usia pria melewati 40 tahun memberi pengaruh besar terhadap kesuburan.

Kesimpulan ini berdasarkan 21.000 sampel yang melakukan program bayi tabung. Sebelum membuahi, sperma melewati prosedur standar yakni 'dicuci' dalam senfrifuse untuk memisahkan sperma dari cairan seminal.
Sperma yang telah membuahi sel telur, kemudian disuntikkan langsung ke uterus.

Selain meneliti kualitas, tim periset juga 'mengikuti' perjalanan sperma hingga kehamilan, keguguran, dan kelahiran bayi. Peneliti menemukan fakta bahwa pengaruh patenal terhadap keguguran lebih besar pada saat usia calon bapak di atas 40.

Sementara itu, seperti yang telah menjadi pengetahuan bersama bahwa perempuan yang berusia menjelang akhir masa subur lebih sulit hamil dan peluang keguguran lebih besar dibanding perempuan muda.
Risiko keguguran lebih tinggi sekitar 35% bila calon bapak berusia di atas 40. Sementara benih dari calon bapak yang berusia di bawah usia 30, risiko keguguran sekitar 10-15%.

Dari segi DNA, hubungan antara usia calon bapak dengan peluang kehamilan dan keguguran disebabkan oleh kerusakan pada sperma yang menyebabkan muncul fragmen.
Bila sebelumnya ahli kandungan memusatkan perhatian pada perempuan, yang jika ingin memiliki anak sebaiknya hamil sebelum usia 35-38 tahun sebab setelah itu akan sulit, kini fokus yang sama juga diberikan kepada calon bapak. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.