INILAH.COM, Jakarta - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat ini (15/8) sepertinya masih akan melanjutkan tren penguatan, meski tetap diwaspadai dengan jatuhnya saham-saham komoditas akibat aksi ambil untung.
Jika mengacu pada kinerja Wall Street semalam yang mencatat rebound sebesar 82,97 poin, sebagai respon atas pelemahan harga minyak, tentu akan memunculkan harapan indeks harga saham di bursa lokal akan terkerek naik.
Namun harga minyak jenis light sweet yang turun 99 sen dolar menjadi US$ 115,01 per barrel di New York Mercantile Exchange kemarin tentu juga perlu dicermati.
Pada perdagangan kemarin, lonjakan yang terjadi pada IHSG lebih didorong oleh kenaikan harga saham-saham tambang dan komoditas serta CPO.
Nah, dengan adanya penurunan harga minyak di New York, ada kemungkinan sejumlah investor ingin ambil untung dari kenaikan harga saham-saham komoditas kemarin, terlebih hari ini adalah perdagangan terakhir pekan ini yang kerap diwarnai aksi investor untuk merealisasikan gain selama sepekan. Jika itu terjadi indeks harga saham bisa saja berakhir mixed.
Tetapi ada kemungkinan juga pasar bergairah dengan tidak terlalu memperhatikan penurunan harga minyak yang tak terlalu tajam itu. Apalagi Badan Pusat Statistik kemarin melaporkan kondisi ekonomi Indonesia dengan menyebutkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini tercatat 6,39% year on year.
Laporan BPS itu tentu menjadi penyemangat bagi pasar karena laju pertumbuhan ekonomi itu masih lebih baik dari periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian pasar tentu akan berharap bangkitnya kembali sektor perbankan, yang kebetulan saham-saham bank kemarin melorot.
Jika aksi ambil untung terhadap saham-saham komoditas tidak terjadi, kemungkinan indeks akan melambung, karena ada harapan saham-saham unggulan non komoditas bangkit kembali setelah beberapa saham kemarin anjlok, seperti ASII.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melonjak 43,121 poin di level 2.106,642, indeks LQ45 naik 10,761 poin menjadi 433,766, dan JII menguat 12,418 poin menjadi 343,181.
Tercatat 139 saham menguat, 52 saham melemah dan 54 saham lainnya stagnan.
Volume perdagangan sebanyak 2,567,8 miliar lembar senilai Rp 3,380,9 triliun.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !