Minggu, 27 Mei 2012 | 01:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Prediksi IHSG, Jumat (15/8)
BUMI, ANTM, INCO Masih Oke
Headline
Istimewa
Oleh: Asteria & Natascha
web - Jumat, 15 Agustus 2008 | 06:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta Aksi profit taking diprediksi mewarnai BEI pada perdagangan Jumat (15/8) ini. IHSG bakal bergerak dalam kisaran sempit dipengaruhi fluktuasi harga minyak. BUMI, ANTM, INCO termasuk saham yang masih oke.
Analis CitiPacific Sekuritas Henri Effendy mengatakan, pasar hari ini masih tertekan oleh aksi ambil untung. Tapi, menjelang peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, ada kemungkinan market kembali bergerak naik. Itu berdasarkan pengalaman di dua tahun berturut-turut, di mana market yang anjlok terapresiasi menjelang hari nasional itu.
"Indeks saham kemungkinan diwarnai profit taking terbatas dengan titik support di level 2.305 dan titik psikologis di angka 2.000," kata Henri kepada INILAH.COM, Kamis (15/8).
Switching saham yang diperkirakan terjadi pada perdagangan kemarin ternyata tidak terbukti. Minat investor untuk masuk ke sektor perbankan dinilai Henri tertahan karena ekspektasi negatif dari inflasi.
Pasar memperkirakan inflasi September dan Oktober bakal tinggi terkait datangnya Hari Raya Lebaran.
Selain itu, data pertumbuhan ekonomi ternyata berada di atas ekspektasi. Hal ini justru dipersepsikan pasar bahwa BI akan menaikkan suku bunganya untuk mengontrol naiknya inflasi.
Menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I 2008 mencapai level 6,4%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2008 tumbuh 2,44% mencapai 6,4% (YoY), lebih tinggi pertumbuhan kuartal I-2008 yang mencapai 6,32% (YoY) atau tumbuh 2,19%.
Meskipun kemarin masih terimbas sentimen negatif, Henri mengatakan bahwa saham perbankan sebenarnya masih menarik dikoleksi, terutama karena valuasinya yang sudah rendah. Menurutnya, beberapa bank bahkan sudah bisa mengantisipasi kenaikan suku bunga karena kreditnya dilempar ke sektor yang kebal terhadap suku bunga seperti Usaha Kredit Menengah (UKM).
Di sisi lain, analis BNI Securities Asti Pohan mengatakan, saham perbankan sebaiknya dihindari dulu. Menurutnya, sektor ini kurang kondusif hingga akhir tahun akibat sentimen negatif sektor keuangan global yang memburuk.
"Apalagi, inflasi tinggi terus membayang sepanjang tahun ini sehingga BI harus menaikkan suku bunganya," tukasnya.
Saham lain yang disarankan adalah PT Telekomunikasi (TLKM). Menurut Henri, pasar sedang menunggu trigger dari laporan keuangan TLKM kuartal III 2008, di mana perseroan diperkirakan bakal pulih.
Adapun perang tarif yang terjadi sejak april kemarin telah membuat rate TLKM turun. Tapi, pada kuartal ketiga ini, tarif selular diprediksi sudah mencapai bottom dan akan membuat peningkatan subscriber di sejumlah perusahaan operator. "Di sini yang paling siap kapasitasnya adalah TLKM," kata Henri.
Persaingan kini tidak lagi dianggap pada masalah tarif karena biaya percakapan dan SMS sudah sangat murah. Persaingan. menurut Henri, beralih ke persoalan kapasitas, di mana TLKM cukup unggul terkait kinerja neraca yang kuat dan diuntungkan jaringannya yang dua kali lebih besar dibandingkan coverage kompetitor. Ini berarti TLKM bisa men-drive subscriber.
"Saya merekomendasikan investor mengkoleksi saham TLKM dan perbankan untuk jangka panjang," ungkap Henri.
Untuk day trade, Henri mengatakan, market masih dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah di pasar dunia. Invasi Rusia ke Georgia masih akan mengganggu suplai minyak karena di Georgia ada jaringan pipa minyak Rusia sehingga kemungkinan bisa menghambat distribusi emas hitam itu.
Henri menyarankan investor untuk day trading di saham yang likuiditasnya tinggi seperti PT Bumi Resources (BUMI), PT Aneka Tambang (ANTM), dan PT International Nickel Indonesia (INCO). Hal ini disebabkan kinerja perseroan yang cukup impresif dengan peningkatan laba menyusul naiknya harga komoditas.
Di semester II 2008, ketiga emiten itu diperkirakan masih bisa membukukan keuntungan meski pada perdagangan kemarin saham mereka melemah.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis (14/8), IHSG naik 43,121 poin (2,09%) ke 2.106,642. Perdagangan saham mencatat transaksi 58.927 kali dengan volume 2,567 miliar unit saham senilai Rp 3,380 triliun. Tercatat 139 saham naik, 52 saham turun, dan 139 saham stagnan.
Sementara bursa regional kemarin ditutup dominan melemah. Indeks Kospi di bursa Korea menguat 0,61% ke 1.572,19 basis poin dan indeks Nikkei bursa Jepang melemah 66.25 poin (0.5%) ke 12,956.80, indeks Hang Seng di bursa Hong Kong naik 0,47%, indeks di bursa Shanghai turun 0,38%, indeks STI di bursa Singapura naik 0,05%, dan indeks di bursa Taiwan naik 0,46%. [I3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.