inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY Harus Punya Solusi

Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Ahmad Munjin
Jumat, 15 Agustus 2008 | 08:58 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pidato tahunan yang disampaikan Presiden SBY dipastikan mengungkap berbagai kemajuan pemerintah di berbagai aspek. Publik, tentu, berharap SBY juga memberi solusi atas deretan problem yang belum teratasi.
Hal itu diungkapkan ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Adiningsih kepada INILAH.COM. Menurutnya, biasanya presiden akan menunjukkan berbagai kemajuan yang dicapai di bidang ekonomi.
Adiningsih berharap SBY bisa lebih banyak memberikan pencerahan dan masukan untuk berbagai permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini. Sebutlah soal ketidakpastian ekonomi yang berlanjut pada ancaman resesi global.
"Terutama supaya Indonesia lebih siap dan dampaknya bisa diminimalkan," kata Adiningsih saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis (15/8).
Pidato kenegaraan Presiden SBY akan disampaikan Jumat (15/8) ini pukul 10.00 WIB di depan Sidang Paripurna DPR-RI. Pidato tahunan ini sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2008.
Menurut Adiningsih, SBY akan menunjukkan berbagai kemajuan yang dicapai di bidang ekonomi. Termasuk di antaranya, pernyataan tentang Indonesia yang sudah melunasi utang ke IMF dan soal CGI yang sudah dibubarkan.
Kondisi saat ini diakui Adiningsih memang agak sulit. Apalagi, utang luar negeri G to G tampaknya bakal dinaikkan terkait membengkaknya defisit APBN-P 2008.
Saat ini ada beberapa masalah pelik yang dihadapai pemerintah. Sebutlah angka inflasi yang tinggi, krisis energi, dan beban kehidupan masyarakat yang makin berat akibat harga-harga naik.
Tapi, kata Adiningsih, masalah-masalah itu biasanya tidak akan jadi fokus pidato presiden. Dalam pidatonya, presiden akan lebih banyak menunjukkan kemajuan-kemajuan yang dicapai, termasuk rencana ke depan.
Sebaiknya, tegas Adiningsih, SBY juga memaparkan solusi atas berbagai masalah yang ada saat ini dan memberikan proyeksi untuk tahun mendatang. Juga menjelaskan akan dibawa ke arah mana ekonomi negeri ini.
"Paling tidak, kesiapan pemerintah menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta ancaman resesi dan krisis keuangan. Terutama supaya Indonesia siap dan bisa meminimalkan dampaknya," ungkap Adiningsih.
Tak kalah penting, lanjut Adiningsih, adalah SBY menjelaskan pula program-program pemerintah untuk mengatasi krisis listrik dan infrastruktur yang buruk, pertanian, jalan, serta hal-hal lain yang masih bermasalah.
"Nah, ini saya kira beberapa tantangan yang mestinya jadi bagian dari pidato presiden. Pemerintah harus bisa memberikan gambaran apa saja langkah yang hendak dijalankan untuk setahun ke depan," tukas Adiningsih.
Setahun ke depan? Bukankah masa kerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) pimpinan SBY bakal berakhir seiring pelaksanaan Pemilu 2009?
Adiningsih menyadari batasan waktu itu. Tapi, katanya, setidaknya SBY selaku pemangku jabatan tertinggi di birokrasi pemerintahan negeri ini tetap harus memberikan gambaran masalah yang ada secara faktual dan program kerja untuk mengatasinya.
"Masyarakat kan tidak tahu apakah krisis ini bakal lebih parah atau berkelanjutan sampai kapan, misalnya. Pemerintah wajib menjelaskan kepada masyarakat tentang kondisi yang sebenarnya saat ini dan perkiraan gambaran ke depan," tandas Adiningsih.
Jadi, sekali lagi Adiningsih mengingatkan, SBY tidak cukup sebatas mengutarakan hal-hal yang positif seperti peningkatan investasi, ekspor, dan pertumbuhan ekonomi. Hal-hal negatif seperti terbatasnya lapangan kerja, krisis listrik, buruknya infrastruktur, dan mahalnya biaya hidup juga harus disinggung.
Adiningsih juga menegaskan, meski tahun ini dan tahun depan bangsa ini disibukkan oleh Pemilu, jangan sampai pemerintah terjebak menggunakan anggaran APBN untuk kepentingan politik jangka pendek. [E2/I3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.