INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan penjualan semen dalam tiga bulan terakhir cenderung flat. Tapi, bukan berarti kinerja emiten di sektor ini bakal surut. Saham SMGR, SMCB, dan INTP masih menarik bagi investor.
Samuel Sekuritas masih melihat secara akumulasi selama tujuh bulan pertama 2008, konsumsi semen nasional tercatat 22,3 juta ton atau tumbuh 19,4% dibandingkan periode sebelumnya di 2007.
"ASI memperkirakan pertumbuhan konsumsi semen sepanjang 2008 bisa mencapai 12-15%. Tapi, diperkirakan pada enam bulan terakhir 2008 konsumsi semen bakal melemah seiring kenaikan suku bunga dan tingkat inflasi," kata Christine Salim, Head of Research Samuel Sekuritas seperti terungkap dalam riser saham hariannya di Jakarta, Jumat (15/8).
Penjualan semen selama Juli 2008 sesuai data ASI memang melemah 1,5% jadi 3,41 juta ton atau turun 1,5% dibandingkan sebulan sebelumnya. Konsumsi semen tiga bulan terakhir terlihat flat, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung naik.
"Ini sesuai ekspektasi kami sebelumnya. Apalagi, pada semester II juga produsen semen semperti PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) berencana menaikkan harga jual akibat melonjaknya biaya energi," imbuh Christine.
Samuel memang masih merekomendasikan beli untuk saham PT Semen Gresik (SMGR) dengan target harga Rp 5.350 per lembar. Sementara untuk saham INTP dan PT Holcim Indonesia (SMCB) masih disarankan hold.
Di sisi loain, Trimegah melihat penurunan pertumbuhan penjualan pada Juli terpenaruh peningkatan harga jual eceran. Trimegah mencatat terjadi peningkatan harga jual signifikan pada Juli sebesar 9,9% dibandingkan sebulan sebelumnya atau 28,2% year on year menjadi Rp 47.789 per sak.
"Terutama didorong lonjakan harga yang luar biasa di pasar Jawa sebesar 14,7% dibandingkan Juni atau atau 29,0% dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi Rp 47.603 per sak," ungkapnya.
Khusus untuk SMCB, tim riset Trimegah yang diketuai Deputy Head of Research Arhya Satyagraha merekomendasikan beli dengan target harga Rp 1.560 per lembar. Ini berkaitan dengan rencana Holcim Indonesia mengajukan pinjaman kepada International Finance Corporation (IFC), unit usaha Bank Dunia, untuk pembangungan pabrik semen baru.
SMCB berencana membangun pabrik baru berkapasitas 1,8 juta ton. Belum ada keputusan tentang total nilai pinjaman yang akan diberikan IFC. Hanya diperkirakan mencapai US$ 150 juta. Saat ini utilisasi kapasitas SMCB per Juli 2008 adalah 84,8%, termasuk ekspor atau 67,9% tanpa ekspor.
"Mengingat utilisasi kapasitas dan kondisi keuangan perusahaan yang belum terlalu prima, pembangunan pabrik baru belumlah suatu hal yang mendesak bagi perusahaan," tandas Trimegah.
Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sejumlah saham di sektor semen bergerak variatif. Saham INTP, misalnya , meningkat Rp 50 ke level Rp 6.300, SMGR melemah Rp 50 ke Rp 3.775, dan SMCB turun Rp 10 ke Rp 1.130 per unit. [I3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !