INILAH.COM, Jakarta - DPR menyoroti alokasi anggaran Departemen Pendidikan Nasional yang rawan penyimpangan. Kasus penyelewengan anggaran pendidikan itu terutama kerap ditemukan di daerah.
"Kita akan tekan Depdiknas agar lebih efisien dalam menggunakan anggaran. Yang penting tepat sasaran dan efisien," kata Ketua Panitia Anggaran DPR, Emir Moeis, di Gedung DPR, Jumat (15/8). Pernyataannya menanggapi kebijakan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dalam RAPBN 2009.
Emir mengungkapkan, alokasi anggaran masih banyak yang belum belum tepat sasaran. "Saya melihatnya dikasih uang sebanyak itu siap gak? Mau dipakai kemana? Kalau perencanaan
tidak siap pakai uang sebanyak itu akan berhamburan tidak karuan. Itu menjadi kekhawatiran saya, dan kemungkinan itu bakal terjadi," tegasnya.
Dikatakan, DPR dan BPK akan terus mengwasi penyimpangan-penyimpangan dana pendidikan terutama di daerah. "Masih banyak yang belum jalan. Kadang ada pembagian seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Mungkin yang tepat sasaran hanya sekian persen saja, selebihnya banyak yang tidak tepat sasaran," pungkasnya.[L5]