Rabu, 23 Mei 2012 | 20:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Prediksi IHSG, Selasa (19/8)
Harapan Ada di Saham Perbankan
Headline
inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Asteria & Natascha
web - Selasa, 19 Agustus 2008 | 06:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta Kalangan investor diperkirakan akan melakukan aksi jual saham batubara, Selasa (19/8). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperhitungkan akan tertekan. Satu-satunya harapan kini ditumpukan pada saham perbankan.
Analis Mandiri Sekuritas Ari Pitoyo mengatakan, investor masih mencermati data-data nota ekonomi yang dibacakan Presiden SBY akhir pekan lalu. Meskipun terjadi perlambatan ekonomi, pemerintah menaikkan target pertumbuhan ekonomi.
Pasar, hampir pasti, menilainya negatif. Hal itu akan membuka peluang BI untuk menaikkan suku bunga. "Pasalnya, naiknya gross domestic bruto (GDP) bukan disebabkan naiknya ekspor, melainkan karena nilai impor yang turun," ujarnya.
Dengan adanya ekspektasi naiknya BI Rate, lanjut Ari, kekhawatiran investor terhadap indikasi peningkatan inflasi bertambah. Di atas kertas, kondisi itu membuat penguatan saham takkan terjadi dalam pekan ini. "Penguatan saham masih minim. Satu-satunya harapan adalah BI menjaga volatilitas rupiah," ujarnya.
Sedangkan saham yang direkomendasikan untuk dikoleksi hari ini adalah emiten yang masih legging (sedikit menguat), khususnya perbankan. Hal ini terkait valuasi sektor ini yang sudah cukup rendah, yaitu 10 kali untuk price to book value (PBV) 2009.
Ada beberapa bank yang menurutnya masih bisa bertahan di tengah situasi ekonomi saat ini. Antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesis (BBRI) dan PT Bank Central Asia (BBCA) yang memiliki loan to deposit ratio (LDR) sebesar 20%. Angka ini dinilai masih cukup rendah, sehingga dampak dari perlambatan ekonomi masih bisa diminimalisir. "Bank-bank ini masih bertahan, tidak ada potensi kredit macet," ujarnya.
Sementara saham lain seperti retail dan konsumer, yang naik ketika saham komoditas jatuh, belum bisa menopang IHSG. Pasalnya, gelombang aksi jual saham batubara belum selesai dan ini menyulitkan investor masuk ke saham sektor-sektor ini.
Saham ritel yang disarankan dikoleksi adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS). "Selain masih legging, ini adalah saham yang terbaik di bidangnya," ujarnya.
Ari juga melihat, maraknya aksi jual saham tambang menyusul anjloknya harga minyak mentah dunia, membuat sektor ini tidak direkomendasikan, terutama tambang batubara. Ia pun menyarankan untuk menjual kepemilikan investor di sektor ini.
Harga minyak pada perdagangan akhir pekan lalu kembali merosot. Untuk pengiriman September, harganya melemah US$ 1,24 (1,1%) di level US$ 113,77 per barel. Penurunan harga ini disebabkan ekspetasi melemahnya permintaan minyak dan komoditas lainnya menyusul perlambatan ekonomi di AS, Eropa dan Asia.
Selain itu, reli mata uang dolar AS atas mata uang utama lainnya membuat investasi atau hedging di sektor komoditas menjadi opsi yang tidak menarik.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat (15/8), IHSG merosot hingga 21,494 poin (1,02%) jadi 2.085,148. Indeks LQ-45 turun 5,593 poin (1,29%) jadi 428,173 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 8,866 poin (2,58%) jadi 334,315.
Sementara indeks Nikkei di bursa Jepang kemarin menguat 146,04 poin (1,12%) menjadi 13.165,45 dipicu penguatan saham eksportir dan perbankan paska melemahnya yen terhadap dolar AS. Indeks Topix juga naik 1,3% menjadi 1.263,75.
Sedangkan indeks Hangseng di bursa Hong Kong turun 229,91 poin (1,09%) pada level 20.930,67 setelah berhasil menembus level kunci di 21.000 dengan volume transaksi yang kecil akibat dari penurunan terhadap China. Indeks Shanghai turun 3,1% dan Shenzhen turun 2,8%. [E1/I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.