inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Awas! Awan Gelap di Lantai Bursa

Headline
inilah.com/Abdul Rauf
Oleh:
Selasa, 19 Agustus 2008 | 06:21 WIB
INILAH.COM, New York - Jika melihat kondisi eksternal, sepertinya perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengalami tekanan cukup kuat Selasa (19/8) ini.

Sentimen negatif itu datang dari Wall Street yang ambruk Senin (18/8) setelah harga saham Fannie Mae dan Freddie Mac merosot ke level terendah dalam hampir 20 tahun terakhir sehingga memicu kecemasan pemerintah akan menalangi lembaga pembiayaan hipotek itu.

Selain itu, investor juga mendapat kabar buruk dari pemberitaan media mengenai merosotnya kinerja sektor keuangan di Amerika. Disebutkan bahwa pemerintah sepertinya akan memberikan dana talangan terhadap Fannie dan Freddie, yang diperkirakan akan menghapus ekuitas para pemegang saham di kedua perusahaan itu.

Ditambah lagi dengan kabar bahwa Lehman Brothers Holdings Inc. kemungkinan akan melaporkan kinerjanya pada kuartal ketiga yang lebih rendah dari estimasi pasar.

Todd Leone, managing director of equity trading di Cowen & Co, mengatakan kecemasan mengenai Fannie dan Freddie menjadi sentimen negatif yang dominan di pasar. Bahkan penurunan harga minyak di level US$ 113 per barel juga belum mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap memburunya sektor keuangan AS.

Akibatnya, indeks Dow Jones jatuh 180,51, atau 1,55%, menjadi 11.479,39. Sementara indeks Standard & Poor's 500 turun 19,60 menjadi 1.278,60, dan indeks Nasdaq melorot 35,54 menjadi 2.416,98.

Selain Wall Street, kabar buruk, khususnya untuk sektor tambang dan komoditas, juga berasal dari melemahnya harga minyak mentah dunia yang berada di level US$ 133 per barel.

Hal ini akan membuat tekanan tersendiri bagi saham-saham berbasis tambang dan komoditas yang selama ini menjadi penopang terkuat kenaikan indeks BEI.

Sementara untuk saham di sektor lainnya, seperti perbankan, tak akan mampu mendukung penguatan indeks jika saham-saham komoditas berjatuhan hari ini.

Kemungkinan, aksi ambil untung akan berlanjut hari ini untuk saham-saham komoditas itu, melanjutkan aksi serupa pada akhir pekan lalu.

Aksi ambil untung telah merontokkan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (15/8).

Kejatuhan harga saham agak variatif, yaitu menimpa berbagai sektor, meski mayoritas adalah tambang dan komoditas.

IHSG ditutup merosot 26,357 poin di level 2.080,285, indeks LQ45 melorot 5,606 poin menjadi 428,160 dan JII anjlok 9,852 poin menjadi 333,329.

Tercatat hanya 37 saham yang menguat, dibandingkan dengan 135 saham melemah dan 46 saham lainnya stagnan.

Aksi ambil untung selain dampak dari penurunan harga minyak di kisaran US$ 115 per barel, juga didominasi oleh aksi pelaku pasar yang ingin merealisasikan gain di akhir pekan setelah pada perdagangan kemarin sebagian besar saham komoditas menguat. [L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.