Pohon pepaya yang ada di belakang rumah saya putih semua. Satu dari enam pohon sangat parah. Dari buah sampai daunnya dipenuhi binatang kecil berwarna putih lembut. Alhasil, pohon itu kering dan perlahan mati.
Nah, belakangan saya baru tahu ketika membaca di salah satu surat kabar bahwa apa yang dialami oleh pohon pepaya saya juga terjadi di Kebon Raya Bogor. Hal ini terjadi karena serangan hama kutu putih atau yang dikenal dengan paracoccus marginatus dari Meksiko.
Hama kutu putih terjadi pertama kali di luar negeri pada 1998, tepatnya di Florida, Amerika Serikat. Hama putih ini bergerombol sampai puluhan ribu ekor, merusak dengan cara mengisap cairan. Baik daun maupun buah tak lepas dari serangannya sehingga menyebabkan kerdil dan keriput seperti terbakar.
Hama ini bisa sampai ke Indonesia dengan perantara melalui tanaman hias impor seperti plumeria, hibiscus, acalypha yang dikenal luas sebagai tanaman inang hama kutu putih yang sama.
Pepaya bukan satu-satunya pohon yang dihinggapi oleh kutu putih ini. Masih ada singkong, jarak pagar, dan tanaman hias. Tapi, pepaya memang lebih cepat mati jika diserang hama ini.
Yang mengerikan adalah cepatnya perkembangbiakan hama ini. Kutu putih dewasa betina mampu bertelur hingga 500 butir yang diletakkan dalam satu kantung telur terbuat dari lilin dan berbiak 11-12 generasi dalam kurun setahun.
Hama ini hinggap ke tanaman dibantu oleh angin atau menempel pada burung. Selain hinggap di tanaman, hama kutu putih juga bisa hinggap di pakaian. Hama ini bisa dikendalikan dengan menggunakan air sabun atau alkohol 70%. Jika sudah parah, gunakanlah insektisida (akothion).
Yessi Pitaloka
echink_maniez@yahoo.co.id
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !