INILAH.COM, Jakarta - Departemen Perindustrian akan mengembangkan Design Development Center (DDC) untuk menggenjot penerimaan negara dari sektor industri kerajinan tangan.
Hal itu mengingat tingginya potensi pasar produk kerajinan asal Indonesia di internasional. "Saya yakin industri kerajinan tangan bisa menggenjot penerimaan negara lebih tinggi lagi. Sesuai data, sepanjang 2007 produk kerajinan sebagai bagian dari industri kreatif berhasil menyumbangkan penerimaan negara sebesar Rp 30 triliun," kata Direktur Jendereal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian (Depperin), Fauzi Aziz, di sela pameran produk IKM di Depperin, Selasa (19/8).
Ketiga DDC yang akan dibangun yakni di Aceh, Kalimantan, Riau, dan Sulawesi Selatan. Rencana itu guna menggenjot kapasitas mutu desain khusus produk kerajinan. Pengembangan mutu desain penting karena bisa menentukan kualitas dan daya saing produk baik di pasar domestik maupun internasional.
Saat ini baru ada dua DDC yakni di Bali dan Cirebon. "Kami sedang menyiapkan dulu konsepnya yang bekerjasama dengan Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB)," ucapnya.
Kerajinan asal Indonesia dapat memenuhi pasar asing karena memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang tidak dibuat di negara manapun. Guna mengembangkan desain kerajinan tangan, pemerintah juga dibantu lembaga asal Jepang yakni Jetro, di bawah payung Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJ-EPA).
"Jetro sudah membantu pengrajin di Yogyakarta dalam hal desain produk dan kualitas produk yang sekiranya sesuai dan dapat masuk di pasar Jepang. Hasilnya memang sudah ada produk dari Jogjakarta yang diekspor ke sana," ujarnya.
Selain itu, menurut dia, pemerintah meminta bantuan Jetro untuk mau memberikan bimbingan pada pengerajin Indonesia untuk menciptakan produk yang juga memenuhi spesifikasi pasar negara-negara lain selain Jepang. "Jetro berkomitmen untuk memberikan bimbingan tersebut," pungkasnya.[L5]