INILAH.COM, Jakarta Tertekan, tapi cenderung stabil. Begitulah nasib rupiah diperkirakan pada perdagangan Rabu (20/8) ini. Pelaku valuta asing lebih suka memilih memegang rupiah. Pasalnya, imbal hasil yang ditawarkan cukup menarik.
Analis pasar uang Panji Irawan mengatakan, tekanan masih akan dialami rupiah. Hal ini dipicu beberapa indikator seperti fluktuasi harga dolar atas minyak, kurang kondusifnya kondisi ekonomi AS, dan anjloknya harga minyak dunia.
Kendati demikan, masuknya dana asing ke instrumen investasi dalam negeri membawa harapan bagi penguatan rupiah. "Rupiah akan berada di kisaran 9.165-9.215 per dolar AS," kata Panji.
Saat ini, suku bunga rupiah adalah 9% dan dolar AS 2%. Lebarnya disparitas suku bunga ini membuat investasi di rupiah jadi menarik. Apalagi, berbagai instrumen mulai muncul seperti obligasi pemerintah ORI yang ditawarkan hingga 29 Agustus. Meski dampak ORI terhadap rupiah sangat kecil, investor sudah banyak yang mengalihkan dananya ke surat utang.
Sementara Gina Novrina Nasution, analis Paramitra Alfa Sekuritas, mengatakan bahwa rupiah hari ini akan stagnan. Pelaku pasar masih merasa lebih aman memegang rupiah terkait imbal hasil yang tinggi.
Rupiah pun diprediksi akan terapresiasi terhadap dolar AS. Pelemahan yang terjadi, menurut Gina, hanya disebabkan sentimen negatif dari pengaruh risiko market. Pasalnya, dilihat dari sisi fundamental ekonomi nasional masih bagus. "Rupiah akan berada di kisaran 9.175 sampai 9.184," katanya.
Secara teknikal, pergerakan dolar AS selama sepekan ke depan masih diprediksi menguat terhadap euro. Pasalnya, banyak aksi switching dari saham di AS. Investor menjual kepemilikan saham-sahamnya dan lebih banyak memegang dolar AS. Alhasil, dolar AS pun terapresiasi.
"Saya sendiri memprediksi harga minyak akan berada pada kisaran di bawah US$ 110, US$ 108 sampai US$ 109 untuk sepekan ke depan," kata Gina lagi.
Penurunan harga minyak seharusnya berpengaruh positif terhadap rupiah dan dolar karena akan mengurangi kebutuhan dolar untuk aktivitas impor minyak korporasi.
Rupiah di pasar valas kemarin melemah tipis tiga poin ke level 9.183 per dolar AS. Nilai tukarnya terhadap mata uang asing lain ditutup bervariasi. Rupiah terhadap dolar Singapura menguat di 6.485,29, atas dolar Hong Kong menguat di 1.177,12, atas dolar Australia melemah di 7.977,09, dan atas euro melemah di 13.487,50. [E1/I4]