INILAH.COM, Jakarta Sukuk global pertama segera diterbitkan. Nilainya US$ 1 miliar atau setara Rp 9,2 triliun. Dijadwalkan November depan mulai digulirkan. Pemerintah menunjuk tiga bank investasi asing sebagai penjamin emisi.
Nama-nama penjamin emisi itu diungkapkan para pelaku pasar Selasa (19/8). Ketiga penjamin emisi itu adalah Barclays Capital, HSBC Securities, dan Standard Chartered Securities.
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengakui pihaknya harus melaporkan keputusan tentang penunjukkan penjamin emisi sukuk global itu kepada Menko Perekonomian dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati lebih dulu sebelum mengumumkannya kepada publik.
Pemerintah menjadikan tanah dan gedung Departemen Keuangan senilai Rp 18,3 triliun sebagai aset penjamin penerbitan sukuk denominasi rupiah dan sukuk berdenominasi asing.
Menurut Rahmat, semula pemerintah berencana menjual sukuk global pada Oktober, tapi ditunda jadi November karena banyak agenda internasional seperti pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF serta Asian Finance Minister Meeting di Dubai.
Rahmat mengatakan, potensi pasar untuk sukuk global kini masih ada, terutama di Malaysia, Bahrain, Abu Dhabi, dan negara lain di kawasan Timur Tengah. "Potensi pasar yang bisa dijaring pemerintah Indonesia berkisar US$ 500 juta sampai US$1 miliar," katanya.
Aset gedung milik Depkeu, lanjut Rahmat, harus memenuhi syarat syariah yang diakui standar syariah global.
Depkeu, kata Rahmat lagi, harus bisa memastikan biaya sewa gadung benar-benar berasal dari penyewa agar memenuhi syarat syariah.
Selain akan menjual sukuk global, pemerintah Indonesia menawarkan sukuk rupiah senilai Rp 5-7 triliun.
PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk yang jadi agen penjual sukuk rupiah menawarkan kepada pemodal institusional mulai awal pekan ini hingga Jumat 22 Agustus. [I3]