INILAH.COM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika, M Nuh, pemerintah bisa ikut serta dalam konsorsium Palapa Ring karena ada sejumlah anggotanya yang mundur.
"Ada tiga opsi, yakni anggota konsorsium yang tersisa mengambil alih atau menambah porsi, opsi kedua mengundang anggota baru, dan opsi ketiga keikutsertaan pemerintah dalam bentuk dukungan modal," kata M Nuh, Rabu (20/8), di Jakarta.
Nuh mengatakan pemerintah bisa menyediakan dana untuk ikut dalam konsorsium Palapa Ring, akan tetapi dia enggan untuk menjelaskannya. "Apapun yang terjadi proyek Palapa Ring harus dilaksanakan," ujarnya.
Dikabarkan ada satu lagi dari lima anggota konsorsium Palapa Ring yang berniat mundur. "Sebelumnya, PT Infokom Elektrindo telah mundur sehingga kini tersisa lima lagi anggota konsorsium," kata Juru Bicara Konsorsium Palapa Ring, Rakhmat Junaidi.
Namun, Rakhmat enggan menyebut nama satu anggota konsorsium yang bakal mundur itu.
Saat ini lima anggota konsorsium tersebut yaitu PT Telkom, PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama, PT Bakrie Telecom, dan PT Powertek Utama Internusa.
Rakhmat mengatakan sesuai kesepakatan, masing-masing anggota konsorsium diharuskan membayar dana pembangunan Palapa Ring sebesar 5% dari kewajiban yang telah ditentukan. Saat ini tinggal PT Powertek Utama Internusa yang belum melunasi kewajibannya.
Rakhmat menjelaskan, investasi pembangunan Palapa Ring awalnya sebesar US$ 225 juta yang ditanggung enam anggota konsorsium. Rinciannya, Telkom menyetor US$ 90 juta, Indosat US$ 30 juta, XL menyetor US$ 30 juta, Bakrie sebanyak US$ 30 juta, US$ 30 juta Powertek, dan Infokom membayar US$ 15 juta. Mundurnya Infokom membuat investasi Palapa Ring tersisa US$ 210 juta.[L5]