INILAH.COM,Beijing - Pernahkah Anda memperhatikan banyaknya atlet Olimpiade menggigit medali emas yang mereka raih, saat diabadikan gambarnya oleh para fotografer?
Siapakah yang memulai gaya seperti itu? Apa sebenarnya makna dibalik aksi gigit medali emas itu? Apakah kegiatan tersebut tidak hanya untuk konsumsi kamera atau juga memiliki keuntungan psikologis?
Pertanyaan itu telah menggelitik para pengguna internet di China, hingga memicu munculnya banyak spekulasi seputar asal mula aksi tersebut.
Sebuah spekulasi menyatakan, kebiasaan menggigit medali emas mungkin berasal dari metode kuno untuk mengetes nilai emas tersebut dengan menggunakan gigi. Semakin murni kandungan emasnya, semakin lembut koin tersebut.
"Ada terlalu banyak produk jelek yang beredar sekarang ini. Mungkinkah medali emas itu palsu juga? Sebaiknya periksa!" seperti yang tertulis pada masukan dalam suatu forum internet di China.
Peraih medali emas mungkin kecewa. Sebanyak 92,5 persen medali emas sebenarnya terbuat dari perak asli yang disepuh dengan setidaknya enam gram emas sesuai dengan Piagam Olimpiade.
Namun para pengguna situs juga mempunyai teori lain. Salah satu laporan pada www.qianlong.com, situs web berita yang bertempat di Beijing, mengutip seorang 'ahli' tak bernama yang mengatakan tradisi itu adalah pembalikan teori Freud tentang stimulasi oral setelah tekanan selama kompetisi.
Peneliti aliran romantis percaya bahwa sebuah ciuman belum cukup untuk menunjukkan kecintaan pada medali tersebut dan lebih baik dengan gigitan.
"Mereka ingin tahu rasanya. Mereka telah menelan kepahitan yang besar sebelum menerima medali emas itu," tulis Leonardo dalam suatu forum perbincangan.
Hampir semua peraih medali emas, perak dan perunggu diminta untuk menggigit medalinya pada Olimpiade 2008, demikian menurut editor foto Reuters, dan terkadang menghasilkan gambar yang tidak menarik.
"Banyak yang tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan medali mereka. Jadi mereka hanya menggosokannya ke bibir dengan cara yang sangat aneh," ujar Natalie Behring, seorang fotografer lepas.[S1/*]