INILAH.COM, Jakarta - Tren gadget berharga murah (low end) dengan dukungan teknologi high end makin menguat.
Dukungan teknologi semacam GPRS, FM Radio, dan layar berwarna sudah menjadi kebutuhan bagi ponsel berharga murah.
Pabrikan ponsel merek Nokia sudah melirik potensi pasar ponsel berharga murah ini. "Ponsel untuk pasar low end sudah menjadi tren global. Utamanya di negara-negara berkembang seperti Indonesia, Vietnam, dan India. Sedangkan di negara maju, ponsel semacam ini tidak laku," papar Head Business Development Nokia Indonesia, Usun Pringgodigdo, di sela pengumuman pemenang Kompetisi Go Green 2008 kerjasama dengan PT Telkomsel dan situs berisi konten video beoscope, Kamis (21/8), di Jakarta.
Ke depan, produsen ponsel ini bahkan akan mengikutsertakan fitur kamera dalam produk ponsel murahnya. "Kemungkinan fitur kamera pada ponsel murah ini masih mengandalkan teknologi VGA karena ongkos produksinya yang relatif terjangkau," ungkapnya.
Seiring perkembangan minat pasar ponsel murah itu, kata Usun, produksi ponsel murah berteknologi konvensional bakal ditinggalkan. "Model ponsel low end konvensional yang hanya memiliki tampilan layar hitam putih tanpa dilengkapi radio, GPRS, dan tidak memiliki kamera sudah tidak laku. Paling-paling Nokia cuma melengkapi produk konvensional semacam itu dengan satu atau dua tipe ponsel saja," tandasnya.
Adapun harga ponsel kelas low end di kisaran kurang dari Rp 1 juta per unit. "Lebih persisnya, harga ponsel low end yang laku keras adalah di harga Rp 300 ribu - 500 ribu per unit," ucap Usun.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !