Jumat, 25 Mei 2012 | 16:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Politik Imagologi Ayin-SBY
Headline
SBY dan Artalyta - inilah.com
Oleh: Ahluwalia
web - Kamis, 21 Agustus 2008 | 22:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta Persoalannya sederhana. Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono hadir di pesta pernikahan Rommy Dharma Satryawan, putra Artalyta Suryani. Mereka foto bersama. Foto itu kemudian jadi sensitif karena menyentuh politik.
Artalyta Suryani, dulu dan kini, menjadi sosok yang berbeda. Dulu, dia pelobi ulung, punya determinasi tinggi, dan bisa kasak-kusuk ke sana ke mari. Kini, dia jadi sosok bergelimang masalah. Karena itu, Ayin, begitu dia biasa disapa, sensitif secara hukum maupun politik.
Beredarnya foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bersalaman dengan Ayin, ternyata juga mengundang pertanyaan dan gugatan di ruang publik. Imagologi berseliweran akibat kasus foto mereka ini.
Setidaknya, secara imagologi, ada kesan kuat bahwa Ayin memiliki koneksi politik sampai ke Istana. Pose bersalaman itu mencitrakan Ayin memiliki pertalian dengan elite kekuasaan. Implikasinya positif bagi Ayin yang sedang berpekara hukum, namun negatif bagi Presiden SBY yang mencanangkan pembasmian korupsi.
Karena itu, kata Febri Diansyah dari ICW, potret Ayin bersama Presiden telah mengundang reaksi publik beraneka ragam. Tak peduli, meski Istana menanggapi santai atau bahkan dingin kenyataan itu.
Artalyta telah divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta karena menyuap jaksa Urip Tri Gunawan. Penyuapan itu diduga kuat dilakukannya terkait dengan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Foto yang beredar di internet merupakan gambar SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono menghadiri pesta pernikahan Rommy Dharma Satryawan. Pesta pernikahan putra tertua Artalyta itu berlangsung di Hotel Sheraton, beberapa tahun lalu.
Pada foto pertama, Ani terlihat berdiri di antara Artalyta dan Rommy di panggung pelaminan. Sementara SBY berdiri di sebelah mempelai wanita. Pada foto kedua, Ani yang terlihat mengenakan kebaya biru dengan selendang batik dan SBY berjas warna gelap membelakangi kamera sambil memberi ucapan selamat kepada Artalyta yang sedang tersenyum manis.
Di tengah maraknya kasus Ayin-Urip yang merontokkan wibawa Kejaksaan Agung, pose Ayin dan presiden mengundang orang memasang praduga. Ya, misalnya dugaan bahwa ia 'main mata' dengan elite yang berkuasa.
Para analis melihat, beredarnya foto tersebut merupakan bentuk black campaign dan perwujudan political will yang tidak etis dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi foto-foto ini beredar menjelang pemilu yang bisa berdampak pada penurunan kredibilitas dan citra SBY.
Namun Presiden rileks saja menghadapi peredaran foto black campaign itu. Mengenai siapa kira-kira pihak yang menyebarkan foto tersebut maupun motifnya apa, Andi Mallarangeng, juru bicara presiden, mengaku tidak tahu dan tidak mau berkomentar. Publik barangkali masih menanti perkembangan yang bakal terjadi atas beredarnya foto ini. Banyak pihak menengarai, jangan-jangan lawan politik SBY yang mengedarkannya untuk kepentingan politik dari segi imagologi. Agaknya, perang citra dan perseteruan politik di ruang publik, kini sudah memasuki ruang black campaign di negeri ini. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.