Kamis, 17 Mei 2012 | 04:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Terimbas Kontrak Batubara ke Jepang
Valuasi BUMI di Level Rp3.200
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Senin, 12 April 2010 | 08:56 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (12/4) diprediksikan naik. Salah satunya, terimbas kontrak batubara dengan Jepang di level harga US$104 per metrik ton untuk 2011. Valuasi BUMI pun siap menuju level Rp3.200.
Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini, salah satunya dipicu oleh pasar yang memperhitungkan kontrak batubara perseroan dengan Jepang di level harga US$104 per metrik ton untuk 2011. Karena itu, valuasi saham sejuta umat ini dalam beberapa tahun ke depan sangat positif.
Menurut Ukie, level harga US$104, sama artinya dengan kenaikan harga kontrak sebesar 40% dari 2009. Pasar melihat, dari sisi harga batubara positif bagi BUMI. Sebab, kontrak Jepang menjadi preseden positif bagi konrak-kontrak lainnya dengan BUMI, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (11/4).
Penguatan BUMI juga karena adanya rumor, saham ini akan diangkat ke level Rp2.650, karena kasus pajaknya selesai. Tapi, Ukie tidak mengetahui secara pasti selesainya seperti apa. Sebab, hal itu hanya rumor. BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.650 dan Rp2.425 sebagai level support-nya, ujar Ukie.
Pada perdagangan Jumat (9/4) saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,04%) menjadi Rp2.500 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.450. Harga tertingginya mencapai Rp2.525 dan terendah Rp2.450. Volume transaksi mencapai 101,6 juta unit saham senilai Rp253,04 miliar dan frekuensi 2.559 kali.
Ukie yakin, memang sudah saatnya BUMI naik. Sebab, kontrak batubara BUMI dengan Jepang menyebabkan, valuasi wajar BUMI saat ini di level Rp3.200. Meskipun, laba bersih 2009 mengalami penurunan, BUMI tetap menjanjikan gain di masa mendatang. Sebab, penurunan itu, sudah di-adjust oleh market, imbuhnya.
Apalagi harga minyak sempat menyentuh level US$86 per barel meskipun sekarang kembali ke level US$84. Tapi ini tetap positif bagi saham sektor batubara seperti BUMI, timpalnya.
Lebih jauh ia mengatakan, dari sisi fundamental saham BUMI tetap positif seiring kenaikan harga batubara dan kontrak-kontraknya yang menguntungkan perseroan. Bagus lah, tidak usah khawatir, tukasnya.
Di sisi lain, sentimen market berpeluang menguat sehingga kondusif bagi kenaikan saham BUMI hari ini. Sebab, meski indeks akhir pekan lalu, diliputi suasana profit taking, namun hal itu tidak akan berlanjut hingga hari ini. Sebab, koreksi akhir pekan lalu terbatas, sehingga menandakan bahwa aksi beli masih kuat, tandasnya.
Karena itu, pergerakan indeks sangat positif yang salah satu penopangnya adalah saham BUMI. BUMI, selain mendapat dukungan dari penguatan harga minyak, juga ditopang positifnya sentimen market yang mencapai level tertingginya dalam sejarah. Apalagi, di sisi lain, saham BUMI belum mengalami kenaikan dibandingkan saham-saham lain di sektornya, ungkapnya.
Ukie menyarankan, bagi investor yang sudah memiliki saham BUMI, lebih baik di-hold hingga mid and long term. Sedangkan bagi mereka yang belum atau akan menambah kepemilikannya di BUMI, saat inilah yang tepat untuk mengoleksi saham sejuta umat ini, timpal Ukie. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.