Kamis, 17 Mei 2012 | 04:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Buru Saham Batubara dan Telekomunikasi
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Natascha & Vina Ramitha
web - Senin, 12 April 2010 | 06:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (12/4) diperkirakan rebound. Investor disarankan mengkoleksi saham-saham seperti ADRO, BUMI, dan TLKM.

Analis pasar modal dari Ciptadana Saiful Adrian memprediksikan, IHSG hari ini masih bisa kembali menguat, setelah terkoreksi selama beberapa hari pekan lalu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pasar pekan ini, baik masalah bubble atau pertumbuhan rasio price earning (PE) dan Produk Domestik Bruto (PDB). Resiko ekonomi di Indonesia kecil karena rating Indonesia terus naik, paparnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, tidak ada bubble di bursa saham Indonesia, terlihat dari stagnannya PE dan PDB. Namun, jika ada pertumbuhan PDB, tidak ada masalah jika PE ikut naik. Sebab resikonya akan mengecil. Pada kuartal pertama saja, BPS memprediksikan pertumbuhan PDB bisa mencapai 6%. Padahal target 2010, pertumbuhan diprediksikan 5,3-5,7%. PDB naik tapi resikonya kecil, jadi wajar jika PE bagus. Apalagi masih ada capital inflow, katanya.

Hal ini membuat investor asing mengejar aset Indonesia yang valuasinya tinggi, tapi memiliki resiko yang kecil. Belum ada tempat lain yang bisa menawarkan yield menarik seperti ini. Saiful pun melihat pekan ini akan ada rebound di bursa, meski terbatas.

Di tengah kondisi ini, beberapa saham menjadi pilihannya. Seperti PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Bumi Resources (BUMI). Investor bisa mengakumulasi saham-saham ini, ujar Saiful.

Saham TLKM dipilih, selain karena masih lagging, meredanya perang tarif membuat emiten halo-halo ini unggul. Dengan kepemilikan Telkomsel hingga 53% yang positioning-nya kuat. Di posisi konsolidasi kuat ini, kembali pada kemampuan untuk penetrasi ke pasar lain. Sebab penetrasi mobile sudah hampir mencapai 100%. Namun ada kesempatan di pedesaan, yang belum mencapai 50%. Telkomsel memiliki kemampuan ke area tersebut karena memiliki jumlah BTS terbanyak, katanya.

Pada perdagangan Jumat (9/4), IHSG ditutup melemah tipis 5,823 poin (0,21%) ke level 2.845,011. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume 5,049 miliar lembar saham, senilai Rp 4,926 triliun dan frekuensi 100.126 kali. Sebanyak 103 saham naik, 74 saham turun dan 105 saham stagnan.

Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Gudang Garam () turun Rp500 ke Rp27.600, PT Astra International () melemah Rp350 menjadi Rp43.450, PT Astra Agro Lestari() drop Rp300 ke Rp24.200, PT United Tractors () turun Rp250 menjadi Rp18.550, PT Indosat (ISAT) turun Rp200 ke Rp5.900, PT Unilever () merosot Rp150 ke Rp12.250.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Goodyear () naik Rp900 ke Rp14.250, PT Indika Energy () terangkat Rp250 ke Rp3.125, PT Samudera Indonesia () menguat Rp125 ke Rp3.350, serta PT Dian Swastatika () naik Rp100 ke Rp6.400.

Saham tambang lain yang menguat antara lain PT Timah () naik Rp225 ke Rp2.525, PT Bukit Asam () menguat Rp200 ke Rp17.650, PT International Nickel () terangkat Rp150 menjadi Rp4.700, PT Bumi Resources () melambung Rp50 ke Rp2.500 dan PT Adaro Energy () yang menguat Rp25 ke Rp2.125. [ast/mdr] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.