INILAH.COM, Jakarta - Dering HP Presiden SBY tanda ada SMS masuk bisa jadi nyaris tiada henti. Dalam kurun waktu 3 tahun, SBY kebanjiran hingga 2,5 juta SMS. Wuih! Tak hanya itu, ada juga 29 ribu surat yang diterimanya.
"Selama ini banyak sekali program pemerintah yang mendapat respons dari masyarakat luas, baik dalam bentuk surat maupun SMS. Sejak bulan Juni 2005 sampai hari ini, saya telah menerima lebih dari 2,5 juta SMS dan lebih dari 29 ribu surat melalui PO Box 9949 Jakarta 10000," kata SBY.
Hal ini disampaikan SBY dalam pidato kenegaraan di hadapan para anggota DPD di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (22/8). Surat dan SMS itu, lanjut SBY, pada umumnya berisi dukungan, masukan, kritik, pengaduan atau saran dan perbaikan mengenai program-program pemerintah baik pusat maupun daerah.
"Informasi tersebut menjadi umpan balik yang sangat berharga bagi pemerintah dalam menjalankan program pro rakyat tersebut," kata SBY.
Namun, lanjut SBY, dirinya sering membaca SMS dan surat yang menggambarkan masih banyaknya rakyat yang tidak memahami berbagai kebijakan dan program pemerintah seperti PNPM, BOS, Jamkesmas, KUR, BLT dan lain-lain.
"Sementara itu, amat sering pula dalam setiap kunjungan ke daerah-daerah, saya menerima pertanyaan, permintaan, bahkan keluhan menyangkut banyak hal, termasuk infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh rakyat. Kesan saya, persoalan yang disampaikan itu banyak menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemda untuk mengatasinya," ujar SBY.
Untuk itu SBY sungguh berharap para pemimpin daerah dapat menjelaskan kepada rakyat sesuai kewenangannya masing-masing. Sehingga masyarakat memahami mana permasalahan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten atau pemeritah kota.[L3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !