Sabtu, 26 Mei 2012 | 14:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SBY: Korupsi Tidak Ditolerir
Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/subekti
Oleh: Samsul Maarif
web - Jumat, 22 Agustus 2008 | 10:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Alokasi APBN untuk daerah semakin besar. Namun Presiden SBY mengingatkan agar hal itu tidak diikuti dengan meningkatnya penyimpangan. Sebab korupsi tidak ditolerir.

"Saya ingin menegaskan sekali lagi, tidak ada toleransi bagi kejahatan korupsi di pusat maupun di daerah," ujar SBY dalam pidato kenegaraan di hadapan anggota DPD di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (22/8).

SBY meminta semua pihak harus memastikan APBN yang semakin besar tersebut tidak diikuti dengan semakin meningkatnya penyimpangan, mismanagement, apalagi korupsi di daerah.

"APBN dan APBD adalah uang rakyat yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat," kata SBY.

Dituturkan SBY, transfer dana APBN ke daerah meningkat lebih dari 2 kali lipat dari Rp 129,7 triliun pada tahun 2004 menjadi Rp 292,4 triliun pada APBN-P tahun 2008. Lalu pada tahun 2009 akan meningkat lagi menjadi Rp 303,9 triliun.

Pemerintah, lanjut dia, juga mesti membiayai program dan kegiatan yang menjadi kewenangan daerah melalui dana dekosentrasi, dan tugas pembantuan, dan dana untuk melaksanakan kegiatan instansi vertikal.

"Pepatah yang mengatakan gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, marilah kita mengemban amanah dan tanggung jawab dengan baik, sehingga kita meninggalkan nama yang baik pula, yaitu nama yang akan dikenang oleh rakyat, jauh setelah kita meninggalkan jabatan yang kita emban," kata SBY.

Besarnya dana APBN yang dialokasikan ke daerah, lanjut SBY, membuktikan komitemen untuk menjalankan desentralisasi dan otoniomi secara konsisten dan bertanggung jawab. Sebab anggaran memang harus mengikuti fungsi dan tanggung jawab.

"Semakin besar tanggung jawab diserahkan ke daerah, maka semakin besar anggaran yang ikut didesentralisasikan. Oleh karena itu saya perlu mengingatkan dan menekankan bahwa daerahlah yang sekarang menjadi ujung tombak pembangunan. Sudah seharusnya pengelolaan anggaran diikuti kompetensi dan tanggung jawab penuh untuk mengelola secara baik dan trasnparan bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," ucap SBY.[L3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.