INILAH.COM, Jakarta - Pidato kenegaraan bisa saja terdengar membosankan, bahkan membuat yang mendengarnya mengantuk. Namun Presiden SBY menyiasatinya dengan membuat pantun 'naik perahu'. Hasilnya, cukup memikat mendapat atensi.Pantun itu disampaikan SBY saat mengakhiri pidatonya tentang pembangunan daerah dalam RAPBN 2008 di hadapan para anggota DPD di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (22/8).
"Izinkan saya mengakhiri keterangan pemerintah ini, dengan mengangkat warisan tradisi budaya kita yang luhur melalui 2 pantun sebagai berikut," ucap SBY dengan wajah cerah ceria dan bersemangat.
Naik perahu ke Serambi Mekah
Singgah di Bangka menenun sutra
Mari bersatu membangun daerah
Menyatukan bangsa membangun negara
Dari Mamuju berlayar ke Madura dan Maluku
Berangkat bahtera mengarungi samudera raya
Daerah maju, negara pasti maju
Rakyat daerah sejahtera, bangsa Indonesia berjaya
Pantun yang dipersembahkan SBY pun berkali-kali mendapat aplaus hangat dari para anggota DPD. Sementara SBY yang baru saja mendapat cucu dari Agus Harimurti-Annisa Pohan ini tersenyum puas.
Namun rupanya Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita tidak mau kalah. Dia pun membalas pantun SBY.
Buah alpukat buah belimbing
Dimakan enak bersama-sama
Daerah yang kuat sangatlah penting
Demi majunya bangsa dan negara
Menyelesaikan mana yang kusut
Menjernihkan mana yang keruh
Melarak mana yang berbonggol
Mengamplas mana yang kesat
Meluruskan mana yang melintang
Mengepulkan mana yang menyala
Menyejukkan mana yang panas
Menambah mana yang kurang
Ke gunung kita sama mendaki
Ke ngarai yang dalam satukan tekad
Siapa yang jujur tegas dan berani
Membuat pemimpin lekat di hati rakyat
Pantun balasan dari Ginandjar pun mendapat sambutan hangat berupa tepuk tangan dan tawa lepas.[L3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !