Kamis, 17 Mei 2012 | 04:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Buntut Pertemuan dengan Kuasa Hukum Menkeu
'Pak Chandra, Kami Kecewa'
Headline
Chandra Hamzah - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Herdi Sahrasad
web - Senin, 12 April 2010 | 11:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kredibilitas KPK terus merosot karena berbagai kelemahan para pimpinannya yang tak mampu menjaga diri. Teranyar, pertemuan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah dengan pengacara kubu Sri Mulyani, makin menyulitkan lembaga superbody yang sudah tergerus berbagai kasus ini. Mau kemana KPK?
Ketika kasus Cicak-Buaya meledak, ribuan mahasiswa dan masyarakat madani (civil society) bergerak membela Bibit-Chandra, membela KPK mati-matian sampai ada yang terluka. "Tapi kini, apa hasilnya? Chandra malah kena masalah karena tidak mampu menjaga diri. Citranya bisa rusak dan kredibilitasnya tergerus. Chandra dan KPK sejatinya mau kemana?," kata Abdulrachim, mantan aktivis ITB 1977-78 yang kini aktif di Komite Bangkit Indonesia dan Gerakan Indonesia Bersih.
Ray Rangkuti, aktivis Kompak (Komunitas Masyarakat Sipil Antikorupsi), juga menegaskan bahwa kasus Chandra mencederai kepercayaan publik. "Sangat disesalkan bahwa ia kurang menghargai gerakan mahasiswa dan masyarakat yang sudah membela dan menjaganya. Kami kecewa," katanya.
Selasa (6/4) malam di Gedung Puri Imperium, Chandra yang juga dihadiri bekas pimpinan KPK Erry Riyana Hardjapamekas, melakukan pertemuan dengan Tim Pembela Bibit-Chandra di antaranya, Arief Surowidjojo dan Taufik Basari.
Arief Surowidjojo diketahui juga sebagai kuasa hukum Menkeu, sementara Erry Riyana Hardjapamekas adalah yang pernah menolak kriminalisasi Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Tapi Chandra membantah pertemuan tersebut membahas penyelidikan skandal Bank Century.
Kedekatan Chandra dengan Arief dan Erry itu jelas bisa menimbulkan konflik kepentingan dan menimbulkan kecurigaan publik. Wajar, jika para pengamat justru mendorong Chandra mundur dari penyelidikan skandal bailout Bank Century karena faktor kedekatan tersebut. "Chandra sebaiknya mundur saja dari tim penuntasan Century karena dia dianggap 'main mata' dengan Arief dan Erry Riyana. Ia terkontaminasi akibat kedekatan tadi," kata advokat Suparwan Zahary Gabat.
Kasus Chandra berdampak negatif atas citra KPK. Bahkan citra KPK mulai redup akibat kasus Chandra itu dan berbagai masalah lainnya. Redupnya pamor KPK juga akibat lambannya menuntaskan Centurygate, yang kemudian juga berdampak pada redupnya prospek pemerintahan SBY dalam membasmi korupsi.
"Integritas KPK harus dibangun kembali. Semua ini harus menjadi perhatian masyarakat dan negara, agar lima tahun ke depan Indonesia tidak hancur ditelan korupsi yang merajalela," kata Ali Tantowi MA, lulusan Universitas Leiden dan peneliti senior Lembaga Studi Islam dan Kebudayaan (LSIK), Jakarta.
Harian New York Times (15/2) mencatat, bukannya mengartikulasikan sikap tegas terhadap korupsi, SBY malah tampak bimbang menghadapi masalah korupsi yang merajalela ini. Sehingga publik meragukan kesungguhan SBY untuk membasmi korupsi secara menyeluruh. Akibatnya, pencapaian pembangunan selama ini dilupakan publik akibat meluasnya korupsi itu. [ram]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Taufik Basari
Selasa, 13 April 2010 | 20:51 WIB
Saya sedih krn pertemuan yg sebenarnya reuni Tim Pembela Bibit Chandra (TPBC) dituding macam2. Pertemuan tsb terjadi dalam suasana kangen2an diantara para anggota tim, makan kebuli dan pempek, karena itu pertemuan pertama setelah kita membubarkan diri. yg dibicarakan cuma 2 hal 1)rencana membentuk gerakan advokat utk peradilan bersih dan 2)praperadilan anggodo. yg hadir selain belasan mantan TPBC juga ada aktivis CICAK. Pak Arief Surowidjojo hadir sebagai mantan koordinator TPBC dan Pak Erry Riyana mantan Penasehat TPBC. TIDAK MUNGKIN kita bicara century atau kasus KPK karena kita yg hadir semua menjunjung tinggi integritas. Sy termasuk orang yg mengkritisi kasus Century jd tidak mungkin ada pembicaraan spt yg ditakutkan orang2 terjadi di depan saya. saya pertaruhkan integritas saya. jadi itulah fakta yg sebenarnya, semoga kita tidak mudah terprovokasi dan terus fokus pada semangat kita untuk menghabisi segala praktek2 kotor di dunia peradilan.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.