INILAH.COM, Jakarta - Alokasi RAPBN 2009 diyakini tidak mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga miskin (RTM). Situasi itu mencerminkan ketidakseimbangan dukungan pendanaan terhadap program penanggulangan kemiskinan di tahun depan.
Padahal, alokasi dana untuk 18 program penanggulangan kemiskinan yang ditangani oleh 8 departemen mencapai Rp 24,5 triliun. Namun jika dihitung, 19,1 juta RTM hanya mendapat bantuan sosial Rp 106.781 per bulan atau Rp 3.111 per hari.
"Jumlah tersebut tidak cukup walau untuk membeli beras 1 kg," ucap Koordinator Gerakan Anti Kemiskinan Rakyat Indonesia (GAPRI), Abdul Gafur, dalam diskusi tentang catatan nota keuangan APBN 2009 di Jakarta, Jumat (22/8).
Sementara itu penerapan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri oleh pemerintah, justru tetap mengungkung rakyat dalam belitan kemiskinan. Dimana program ini justru didominasi belanja infrastruktur dan bantuan modal.
"Sebanyak 13 juta RTM di desa adalah petani gurem. Mereka tidak butuh infrastruktur dan tambahan modal. Persoalan mendasar adalah akses pasar dan tidak adanya perlindungan negara sehingga ongkos produksi pertanian menjadi mahal. Sementara, hasil panen justru dihargai murah," tukasnya.
Sama halnya dengan warga miskin di perkotaan yang membutuhkan jaminan dan perlindungan kerja. "Bukan tambahan modal dan infrastruktur," pungkasnya.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !