INILAH.COM, Jakarta - Corporate action dapat membuat harga saham sebuah perusahaan menguat. Tapi, kalau aksi korporasinya kebanyakan, bisa membuat investor bingung.
Contohnya seperti yang terjadi pada PT Bakrieland Development (ELTY). Manajamen perusahaan properti milik Grup Bakrie ini, menyatakan akan segera menerbitkan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Telebih Dahulu (HMETD). Jumlahnya, maksimal sebanyak 10% dari modal ditempatkan.
Sayang, menajemen enggan menyebutkan jumlah saham yang akan dilepas maupun besaran dana yang akan diraih. Satu hal yang agak pasti, dana yang diperoleh akan dipakai untuk membiayai pembangunan theme park Disneyland
Masih untuk belanja modal, sebelumnya, manajemen perseroan juga menyatakan akan segera menarik pinjaman dari bank sebesar Rp1 triliun. Ini untuk mempercepat pengerjaan proyek-proyek yang sudah direncanakan, kata Hiramsyah S Thaib, Direktur Utama Bakrieland.
Padahal, sebelumnya lagi, perusahaan menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 155 juta (sekitar Rp1,3 triliun). Surat itu akan (bisa) dikonversikan dengan 4,35 miliar saham ELTY di harga Rp310.
Entah, aksi apa lagi yang akan dilakukan. Yang pasti, gara-gara banyaknya aksi itulah investor menjadi ragu untuk mengoleksi ELTY. Akibatnya, harga sahamnya pun menjadi maju-mundur alias tak bisa bergerak jauh.
Padahal, menurut sejumlah analis yang dihubungi INILAH.COM, ELTY merupakan saham yang memiliki potensi penguatan yang cukup besar. Saham yang hari ini ditransaksikan di level harga Rp250 itu, memiliki harga wajar Rp330. [mdr]