inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Festival Mode Indonesia-Jakarta Fashion Week 2008 (1)

Menggenjot Potensi Fesyen RI

Headline
Mirta Kartohadiprodjo - femina-online.com
Oleh: Vina Ramitha
Sabtu, 23 Agustus 2008 | 14:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta Angin kebangkitan mulai berembus lagi ke pentas fesyen Indonesia. Bak tak mau ketinggalan dari ajang akbar Bali Fashion Week, diluncurkan Festival Mode Indonesia-Jakarta Fashion Week 2008 (FMI-JFW).
"JFW adalah suatu keinginan agar industri fesyen Indonesia terus maju dan berkembang," ujar CEO Femina Grup Mirta Kartohadiprodjo selaku penggagas FMI-JFW 2008 yang digelar Rabu (20/8).
Di banyak negara, industri kreatif yang termasuk fesyen terbukti mampu jadi penggerak perekonomian masyarakat yang nilainya terbilang besar. Itu karena sifat industri kreatif yang luwes, mudah beradaptasi dalam berbagai situasi pasar, dan banyak menyerap tenaga kerja.
Ucapan Mirta beralasan jika melihat data yang dilansir Departemen Perdagangan Republik Indonesia tentang rata-rata nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sektoral 2002-2006 atas harga konstan 2000. Data itu menunjukkan, kontribusi industri kreatif pada total nilai PDB nasional mencapai 4,74% atau Rp 79,08 triliun.
Faktanya, fesyen memang jadi kontributor terbesar dalam PDB industri kreatif, yakni Rp 23,608 triliun (28,76%). Menyusul sektor kerajinan Rp 17,952 triliun (22,11%) dan sektor periklanan Rp 14,536 triliun (19,11%).
Tenaga kerja yang diserap dunia mode dan industri fesyen Tanah Air pun termasuk luar biasa. Pada kurun 2002-2006, peningkatan dari tahun ke tahun mencapai 6,13%.
Potensi inilah yang membuat Femina Grup berharap FMI-JFW 2008 bisa jadi tonggak sejarah bangkitnya industri fesyen Indonesia. Penyelenggaraan ajang semacam ini tentu bukan sekadar menjawab tantangan pasar lokal, tapi juga memperkenalkan fesyen Indonesia ke pasar regional.
Demi suksesnya tujuan itu, Femina Grup menggandeng para perancang mode terbaik dalam negeri yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), desainer muda independen, juga desainer muda Indonesia yang mengkhususkan diri di bidang aksesori untuk menampilkan karya-karyanya.
Upaya melibatkan desainer terkemuka dari Australia dan mengundang para wartawan mancanegara juga jadi bagian dari upaya Femian Grup untuk menggaungkan FMI-JFW 2008 hingga ke pelosok dunia.
"Memang, sudah sepatutnya kami menyambut gembira ajang semacam ini," ujar Ketua Dewan Pengurus IPMI Dipl Des Sjamsidar Isa. Menurutnya, segal bentuk kegiatan yang mendukung industri mode adalah bentuk konkret dari upaya IPMI untuk mengenalkan kreativitas anak bangsa. Juga menyampaikan ke masyarakat luas tentang perkembangan produk mode Indonesia.
Senada dengan Isa, Ketua APPMI Taruna K Kusmayadi menyatakan kegembiraan dan dukungannya kepada FMI-JFW 2008. Taruna yang juga seorang desainer ini mengatakan, FMI-JFW 2008 sangat penting untuk kemajuan fesyen dan industri kreatif Indonesia.
"Seluruh dunia menjadi aware bahwa Indonesia adalah gudangnya manusia-manusia kreatif di bidang fesyen," kata Taruna.
FMI-JFW 2008 berlangsung hingga 24 Agustus dengan prediksi mampu menjaring 5.000 pengunjung dari kalangan sosialista, pemerhati mode, media, dan masyarakat lokal maupun internasional.
Dengan segala persiapannya, acara yang dibuka Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ini telah termasuk dalam agenda Bulan Indonesia Kreatif yang dikeluarkan Departeman Perdagangan RI. [Bersambung/I3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.