inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Panitia Angket BBM Sindir BPK

Oleh:
Minggu, 24 Agustus 2008 | 13:51 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Anggota Panitia Angket BBM dari Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Syarief Husein, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap hasil audit kegiatan di sektor migas. Pasalnya, temuan itu diyakini mampu menyelesaikan permasalahan di sektor ini.

Dalam kasus ini harus jelas parameternya. Kalau ada pelanggaran maka harus disebutkan peraturan pemerintah ataupun Undang-Undang yang dilanggar. "PP atau UU yang mana telah dilanggar, harus jelas. Jangan hanya berdasarkan asumsi," tandas Syarief, Minggu (24/8), di Jakarta.

Ia menginginkan agar BPK juga membeberkan temuan-temuannya terutama yang berindikasi tindak pidana termasuk kebijakan di sektor migas pemerintah yang sebelumnya. "Misalnya pada LNG Tangguh, kalau menimbulkan kerugian negara harus diungkapkan," tegasnya.

Celakanya, audit yang dijalankan BPK hanya mencakup dua aspek yakni cost recovery dan subsidi. Akibatnya, inti persoalan seputar dugaan penyimpangan di sektor hulu migas malah tidak disinggung. Padahal, penyimpangan di sektor hulu migas telah menimbulkan kerugian Rp 20 triliun bagi negara. "BPK diharapkan lebih transparan dalam memerinci berapa besaran kerugian negara dan apa pemicu kerugian itu. Apakah benar kerugian itu karena kekeliruan level teknis seperti di tataran kebijakan," cetus Anggota Panitia Angket BBM dari FPAN, Tjatur Sapto Edy.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.