inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pengacara Rizieq Minta Saksi Ditahan

Oleh: Abdullah Mubarok
Senin, 25 Agustus 2008 | 13:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kesaksian penanggung jawab aksi AKKBB 1 Juni lalu di Monas, Anick Hamin Tohari,membuat pengacara Habib Rizieq, Indra Sahnun Lubis marah. Dia pun meminta majelis hakim menahan Anick.

"Saya minta saksi ditahan saat ini juga Pak Hakim, karena yang sebenarnya memprovokasi insiden di Monas adalah saksi ini sendiri," kata Indra dengan nada tinggi kepada ketua majelis Hakim Panusunan Harahap di PN Jakarta Pusat, Senin (25/8).

Sebelumnya Indra sempat mencecar Anick seputar undangan aksi peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni lalu di Monas. Menurutnya, undangan itu merupakan bentuk provokasi karena salah satunya menyebut pengikut Ahmadiyah yang teraniaya.

"Apakah Anda mengetahui, bahwa aksi AKKBB dilarang Polres Jakarta Pusat," tanya Indra.

"Tidak," sahut Anick.

"Dengan cara apa Anda mengumpulkan massa," lanjut Indra.

"Dengan undangan, ada dua undangan. Yang satu isinya untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, yang kedua diumumkan di Media massa kalau tidak salah ada 7 media massa," jawab Anick.

"Di undangan kedua itu tertulis tentang Ahmadiyah yang teraniaya. Anda mengetahui masalah agama itu sensitif, apalagi soal Ahmadiyah. Guru kami yang jadi korban. Undangan anda ini memprovokasi. Anda tahu kan Ahmadiyah dilarang MUI," cecar Indra dengan nada tinggi.

"Iya, tapi hak Ahmadiyah harus dibela," jawab Anick lagi.

"Anda sadar tidak ini bisa memprovokasi dengan undangan terbuka," ketus Indra lagi.

"Saya tidak bisa menjawab karena itu analisis Anda," jawab Anick.

Hingga pukul 13.30 WIB persidangan masih berlanjut dengan mendengarkan keterangan dari anggota bagian dinamisasi lapangan AKKBB, Sayidiman.[L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.