INILAH.COM, Jakarta - Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid berpendapat terjalinnya komunikasi maupun koalisi antarpartai politik bukanlah untuk saling bagi-bagi kekuasaan. Malah harusnya tetap bersama dalam persaingan.
"Kami tidak ingin pelaksanaan pemilu memberikan hasil yang pilu, akibat sikap politisi mendatang sikap apatis masyarakat. Karena itu terjalinnya komunikasi antarparpol dan politisi itu sangat penting," katanya di hadapan sejumlah wartawan usai Dialog Kebangsaan bertema Nasionalisme di Tengah Arus Perubahan, Hotel Millenium, di Jakarta, Selasa (26/8).
Hidayat menjelaskan, jika apatisme muncul pada masyarakat pemilih akan melahirkan wakil rakyat yang tidak memiliki legitimasi yang tinggi, sehingga akan memunculkan pandangan yanag rendah terhadap wakil rakyat itu nanti. Selain itu, pelaksanaan komunikasi maupun koalisi parpol tidak tergantung lagi pada partai yang sama ideologinya karena pada pemilu mendatang tidak lagi menjadi suatu ukuran untuk berkoalisi.
"Melainkan tergantung pada apa yang telah diberikan pada negara, karena tujuan dilaksanakannya pemilu untuk mencari wakil rakyat yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat itu sendiri," jelasnya.
Dengan demikian, katanya, PKS bisa saja berkoalisi dengan partai mana pun seperti Partai Golkar, PDIP, Partai Demokrat, maupun PDS dan itu sudah dilakukan di sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pemilu 2009, ucap dia, merupakan hal yang penting bagi partai. Setiap partai akan bertarung mati-matian agar bisa memperoleh hasil yang terbaik. Jika komunikasi telah terjalin terjalinnya antarpartai peserta, tidak akan muncul kesan saling sikut, melainkan tetap mengedepankan kebersamaan.[*/L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !