INILAH.COM, Jakarta - Lincah. Itulah mungkin kata yang pas untuk menggambarkan politisi senior asal PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas (TK). Setelah berbicara di depan elit Partai Golkar, kini pria paruh baya sudah memberi sinyal kepada PKS untuk bergandeng tangan.
Dalam usia yang hampir 66 tahun ini, TK masih kerap kesana-kemari melakukan lobi politik. Status sebagai anggota DPR dan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP pun masih disandang mantan first gentleman RI ini.
Di partai Moncong Putih, kiprahnya pun cukup dominan mewarnai garis partai. Meski wajar saja bila TK kemudian memiliki peran yang cukup berarti di partai. Selain dapat dihitung sebagai politisi senior dan mempunyai kapasitas mumpuni, istri TK yang nota bene Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Ketua Umum. Artinya, kapasitas, kapabilitas dan akses dimiliki oleh seorang TK.
Lobi politik yang dilakukan TK pun memikat. Buktinya, meski Mega sempat berseteru dengan Abdurrahman Wahid, TK tetap bisa bertemu dan berkomunikasi dengan Ketua Umum Dewan Syuro PKB ini. Tidak hanya itu, profil TK juga dapat diterima di semua kalangan elit politik.
Saat berbicara dalam acara Silatnas Dewan Penasihat Partai Golkar di Jakarta, kemarin, TK mengisyaratkan koalisi dengan parpol berlambang beringin tersebut. "Karena tidak mungkin PDIP menang sendiri. Golkar juga tidak mungkin menang sendiri. Jadi untuk negeri ini, harus menang sama-sama," ujar TK.
Dirinya yakin PDIP dan Golkar dapat membangun mainstream ke arah kekuatan bangsa ini. Apalagi selama ini kerjasama parlemen antara Partai Golkar dengan PDIP sudah berjalan dengan baik.
"Langkah selanjutnya adalah bagaimana mempersatukan Partai Golkar dengan PDIP. Pertemuan ini tidak hanya berlangsung di tingkat DPP, tapi juga sampai ke tingkat di bawahnya. Dengan Partai Golkar, ya Insya Allah ada harapan yang besar untuk bisa mewujudkan koalisi," usul dia yakin.
Tidak hanya itu, Taufiq bahkan mengusulkan koalisi sudah dibangun sebelum pelaksanaan Pemilu 2009. "Kita juga harus melakukan pembicaraan dari awal. Tidak mungkin sesudah pemilu. Harusnya sebelum pemilu kita lakukan negosiasi. Jadi mesti dari awal kita tentukan," pungkas Taufiq.
Namun, namanya juga politik, idiom tidak ada teman dan lawan abadi tetap berlaku. Dalam dialog kebangsaan yang diiniasi PKS, Taufiq juga memberi respon positif. Menurutnya PDIP siap melakukan kerjasama dengan semua kalangan untuk memajukan Indonesia. Meski hanya sekadar pembicaraan normatif, wacana yang dilontarkan TK tersebut sudah tentu bisa diartikan macam-macam.
Bukan Taufiq memang kalau tidak bisa berkelit. Ia pun membantah bila kehadirannya di acara PKS ini sebagai bentuk main mata. "Tidak ada. Tapi kita semua harus bicara. Semua elemen bangsa harus menyamakan pandangan," kilahnya diplomatis.
Kondisi kesehatan dan badannya yang besar ternyata tidak mempengaruhi kegesitan TK dalam melakukan lobi. Selain piawai di politik, sektor energi juga dilakoni TK. Disebut-sebut, TK juga memiliki peran dalam penentuan kontrak LNG Tangguh dengan Tiongkok.
Kini, pelaksanaan Pemilihan Presiden 2009 sudah di depan mata. Langkah TK tentu menjadi sorotan banyak pihak. Kemana Taufik melangkah akan diartikan di sanalah politik Mega akan berlabuh.
Yang pasti, TK harus lebih mewaspadai setiap pijakan kaki dan lidahnya agar tidak keseleo lagi. Sebab, bila tidak maka insiden ucapan 'Jenderal kayak anak kecil' yang kala itu ditujukan ke SBY dan justru merugikan Mega dapat terulang kembali. [Habis/E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !