inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

PKS, Semaikanlah Capres!

Headline
Zulkieflimansyah - inilah.com
Oleh: Ahluwalia
Rabu, 27 Agustus 2008 | 09:41 WIB
INILAH.COM, Jakarta PKS punya berbagai opsi politik menghadapi Pilpres 2009. Jika PKS berjiwa besar dan membiarkan kader-kadernya bermunculan di hadapan publik sebagai capres atau cawapres, parpol nomor urut 8 ini berpotensi sukses.
Hampir pasti, PKS punya beberapa kandidat capres atau cawapres. Sebutlah Hidayat Nur Wahid, Adhyaksa Dault, Anis Matta, dan Tifatul Sembiring. Semua potensial untuk diusung ke bursa Pilpres 2009.
Politisi PKS Zulkieflimansyah PhD, bahkan, mengisyaratkan sebuah kepastian bahwa Hidayat bakal diusung PKS sebagai capres atau cawapres di Pilpres 2009. Meski begitu, opsi politik lain masih tetap terbuka.
"PKS ternyata bersikap cerdas. Partai ini tidak bersikap tunggal dan monolitik dalam soal capres atau cawapres yang bermunculan dari lingkaran kadernya," kata Abas Jauhari, Direktur Institute for the Study of Civil Society (INCIS), Jakarta.
Sejauh ini, di lingkaran PKS belum satu nama pun yang diajukan sebagai bakal capres-cawapres. Sehingga di luar nama Hidayat Nur Wahid, masih ada nama Adhyaksa Dault, Anis Matta, dan lainnya yang beredar di ruang publik dan itu disikapi secara jernih serta bijak oleh PKS.
Menurut Abas Jauhari, PKS condong ke Hidayat. Sementara Adhyaksa adalah 'kuda hitam' yang tak boleh dinafikan PKS. "Kesegaran dan popularitas Adhyaksa mungkin melampaui Hidayat," tuturnya.
Dalam hal ini, PKS belum menentukan satu nama pun. "Pak Hidayat memang disebutkan, tapi kami tetap terbuka terhadap kemungkinan lain. Banyak yang bisa dimunculkan. Ini akan terus bergerak dan PKS terus mempertimbangkannya," tegas Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq.
Ini berarti PKS tetap membuka opsi-opsi politik terhadap suara publik dan aspirasi rakyat mengenai siapa sosok terbaik dan terpopuler yang akan mereka pilih untuk dipilih oleh Dewan Syuro PKS sebagai capres atau cawapres.
Menurut pakar politik Islam UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan PhD, mengingat banyak kadernya yang masih muda, ada baiknya PKS membiarkan calon-calon cawapres yang muda belia dipinang parpol lain.
Sangat mungkin kader muda PKS dipinang parpol lain sebagai cawapres mengingat banyaknya kader muda potensial di kalangan parpol Islamis itu.
PKS mesti ingat kasus M Jusuf Kalla yang tak diajukan Golkar di Pilpres 2004, tapi malah menang melalui duet SBY-JK. Calon resmi Golkar, yakni Wiranto, malah kalah.
"PKS bisa belajar dari dinamika para kader Golkar di masa lalu dan sekarang," kata Abas Jauhari, peneliti senior PSIK Universitas Paramadina. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.