Kamis, 17 Mei 2012 | 08:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKS, Suara Islam Kartu Truf 2009?
Headline
Anies Baswedan - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Ahluwalia
web - Rabu, 27 Agustus 2008 | 14:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Suara Islam bakal menentukan menang tidaknya duel antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri pada pemilihan presiden 2009. Padahal, SBY-JK dinilai masih sebagai duet terbaik. Lantas, ke mana suara Islam di 2009?
Suara Islam di sini dimaksudkan sebagai aspirasi dan artikulasi kalangan Islam yang secara captive market selama ini bermuara ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), empat parpol yang berasaskan Islam.
Nah, dengan semakin gencarnya sejumlah parpol berupaya menjalin koalisi, ada harapan suara Islam itu akan terbagi ke partai-partai politik berhaluan nasionalis seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar.
Ketiga parpol nasionalis bakal berebut 13 juta suara massa mengambang (floating mass), yang pada pemilu tahun 1999 mendukung PDI-Perjuangan, namun pada pemilu 2004 suara massa mengambang itu berpencar ke Partai Demokrat, Golkar dan sebagian ke Partai Damai Sejahtera (PDS).
Sejauh ini, duet SBY-JK, menurut Prof William Liddle dari Ohio State University, adalah duet terbaik bagi Indonesia. SBY yang berkarisma dan mempunyai pengalaman yang cukup lama di militer dan pemerintahan adalah penjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Sedangkan JK, kata Liddle, mempunyai pengalaman bisnis akan mampu menjadi ujung tombak bagi pemulihan ekonomi Indonesia. Kalaupun ada perbedaan antara dua tokoh ini, masih bisa saling melengkapi.
Untuk duet SBY-JK, kubu Megawati menilai lain. Partai berlambang banteng moncong putih ini menegaskan bahwa yang paling menonjol dari prestasi SBY-JK adalah tebar pesona dan menambah jumlah orang miskin menjadi 60 juta dari sebelumnya 35 juta. Itu akibat kenaikan harga BBM yang rata-rata di atas 120%.
Menanggapi tudingan itu, tak membuat kubu SBY-Jk reaktif. Duet ini tetap tampil tenang dengan tetap mengedepankan gelora kerja mereka. PDIP yang dipimpin Megawati mendapatkan 21 juta suara pada pemilihan legislatif 2004. Jumlah ini memang lebih kecil dibandingkan pemilu legislatif 1999 yang mencapai 34 juta suara, tetapi jumlah ini kemungkinan tetap bertahan dalam pemilu mendatang.
Menurut Dr Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina, Jakarta, pada 2004, sebanyak 13 juta suara pindah. ''Nah, yang tersisa inilah yang mungkin adalah benar-benar pendukung Megawati," tutur Anis.
Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk memenangi pemilihan presiden pada tahun depan dibandingkan calon-calon lain. Keduanya pun diprediksi akan bertarung di putaran kedua, sama seperti pada 2004.
Dalam kasus itu, jika prediksi Anis benar, maka suara Islam akan menjadi kartu truf yang menentukan bagi kemenangan SBY atau Megawati. Di sini PKS dan partai-partai Islam lainnya bisa bargaining membangun koalisi politik dengan SBY atau Megawati.
Hampir pasti prediksi bahwa SBY dan Mega bakal duel menemukan kebenarannya, kecuali jika terjadi kejutan politik lain pada Pemilu 2009 yang sangat berpengaruh dan berdampak luas ke masyarakat sehingga ada capres lain yang mampu menyisihkan keduanya.
Jika suasana pemilu adem-ayem seperti saat ini, dengan Wiranto, Prabowo, Amien Rais dan seterusnya tidak terlalu bergaung di hati publik, maka rematch antara SBY versus Mega bakal terjadi lagi pada pemilu mendatang, dan itu berarti sejarah bakal berulang kembali. Jika itu terjadi, sudah bisa ditebak, tak akan ada perubahan berarti di Ibu Pertiwi ini. [L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.