INILAH.COM, Jakarta Gaya berpolitik para tokoh nasional di Indonesia dinilai Presiden PKS Tifatul Sembiring sangat kasar. Ia berharap, ada perbaikan dalam sikap dan kesantunan serta saling menghormati di antara para tokoh-tokoh itu.
"Kita tentu ingat waktu Bu Mega mengkritik bahwa Presiden SBY ini gaya pemerintahannya seperti tari poco-poco. Belum apa-apa langsung dibalas bahwa Bu Mega seperti undur-undur. Kan kasar sekali jawaban begitu. Berpolitik itu jadi sarkasme, kami tidak respek pada gaya politik yang kasar," kata Tifatul, dalam perbincangan dengan INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (28/8).
Sementara gaya Ketua Partai Golkar Jusuf Kalla dinilainya agak berbeda, karena berusaha merangkul lawan politiknya dalam koalisi.
"Datanglah Pak Taufiq Kiemas ke acara Silatnas Golkar. Dijajaki koalisi. Tapi selesai Silatnas, saling menyindir juga Pak Wapres kita dengan Ibu Mega. Aduh, ini SBY, JK, dan Bu Mega seperti gaya politik yang benci tapi rindu," seloroh Tifatul.
Lebih lanjut, pucuk pimpinan parpol bernomor urut 8 ini menambahkan, PKS lebih menyukai gaya politik yang tajam, cerdas, tapi santun. Sehingga, dalam menyampaikan kriti, Tifatul lebih memilih dengan bahasa-bahasa pantun atau istilah yang sederhana.
"Itupun sudah langsung disambar sama Bu Mega. Hendaknya para pemimpin nasional di negara kita ini tidak cepat tersinggung. Saling rukun dan bisa menghormati satu dengan yang lainnya," pungkas Tifatul. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !