Minggu, 27 Mei 2012 | 01:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Awas, Kebutuhan Premium 2009 Naik 5%
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
web - Kamis, 28 Agustus 2008 | 14:23 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pemerintah sepertinya sudah harus bersiap-siap meningkatkan stok bahan bakar minyak (BBM), salah satunya premium, karena pada 2009 kebutuhan bahan bakar jenis ini akan meningkat sebesar 5%.

Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menegaskan hal itu dalam rapat dengar pendapat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dengan Komisi VII DPR-RI, di Jakarta, Kamis (28/8).

Tubagus mengatakan kenaikan kebutuhan premium 2009 sebesar 5% bila dibandingkan dengan realitas volume penjualan jenis BBM tertentu pada 2008.

Hal itu disebabkan antara lain kenaikan sektor transportasi akibat kenaikan jumlah kendaraan bermotor, terutama roda dua, dan kenaikan frekuensi penggunaan kendaraan akibat meningkatnya kegiatan ekonomi.

Selain itu, katanya, juga disebabkan karena naiknya harga BBM non-subsidi di atas Rp 10.000 per liter.

"Ada kecenderungan masyarakat kembali menggunakan BBM PSO jenis premium," katanya.

Menurut dia, kebutuhan volume premium meningkat karena adanya hari-hari libur dan hari-hari besar nasional.

Ditambah lagi dengan adanya defisit pasokan listrik sehingga penggunaan premium untuk keperluan genset dan non kendaraan bermotor meningkat.

Perkiraan realisasi kuota jenis BBM tertentu RAPBN 2009 sebesar 36.854.448 kilo liter terdiri atas premium 94.444.354 kl, minyak tanah 5.804.911 kl, minyak solar 11.605.183 kl.
Hal itu berdasarkan asumsi harga minyak mentah Indonesia sebesar US$ 90-US$ 110 per barel, dengan kurs rupiah 8.950-9.050 per dolar AS.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Dwi A Noor
Selasa, 15 September 2009 | 09:47 WIB
Pemerintah, khususnya Pemda DKI Jakarta seharusnya berani mengambil keputusan yang tidak favorit tp tidak merugikan banyak orang, salah satu keputusan adalah dengan menerapkan nomor ganjil dan genap pada kendaraan pribadi yang beroperasi di Jakarta. Hari ini yang boleh beroperasi di Jakarta adalah kendaraan yang berplat nopol belakang ganjil jadi kendaraan pribadi yang ber nopol belakang genap dilarang beroperasi berikut seterusnya. Dengan cara spt ini sudah dpt dipastikan dapat dilakukan penghematan bbm dan pengurangan tingkat polusi di Jakarta
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.