INILAH.COM, Jakarta - Kebutuhan minyak tanah bersubsidi pada 2009 diperkirakan turun sebesar 49% bila dibandingkan dengan realisasi volume penjualan jenis BBM tertentu pada 2008.
Hal ini dikarenakan antara lain pengalihan subsitusi minyak tanah untuk rumah tangga ke LPG sebesar 23% atau sebesar 1.756.544 kilo liter sampai dengan Desember 2007, kata Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam rapat dengar pendapat Ditjen Migas dengan Komisi VII DPR-RI di Jakarta, Kamis (28/8).
Kegiatan pengawasan pendistribusian minyak tanah dapat dilaksanakan efektif dan optimal dengan penindakan atas dugaan penyalahgunaan minyak tanah, kata Tubagus.
Pelaksanaan sistem distribusi tertutup, ujarnya, dengan melakukan pendataan, pemantauan, dan penataan jaringan distribusi minyak tanah, serta penggunaan kartu kendali, diperkirakan sebesar 2% atau sekitar 138.638 kl, sehingga pengguanaan minyak tanah tepat sasaran sesuai peraturan perundangan yang berlaku.[L2]