Ketua Dewan Pembina Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Siswono Yudhohusodo, menuding tren penurunan harga minyak sawit mentah (crude palm oil) asal Indonesia dan Malaysia, akibat intervensi dari negara-negara di Eropa.
Padahal Indonesia dan Malaysia bisa membentuk kartel untuk menentukan harga CPO. Pasalnya, jumlah suplai CPO Indonesia dan Malaysia ke negara lain lebih dari 85%.
"Sebenarnya dengan kerjasama (kartel) kita bisa mengatur harga. Tapi susah, karena kita bisa diadu Eropa. Kita lebih murah kalau Malaysia juga menurunkan harganya. Tapi itu bodoh," kata Siswono, saat 'Seminar bertajuk Overcoming The Global Food Crisis', Kamis (28/8), di Jakarta.
Meski Indonesia menolak ajakan Malaysia untuk menerapkan kartel, setidaknya kedua negara bisa menentukan harga CPO. Hal ini akan menguntungkan produsen CPO kedua negara.
"Kalau di negara-negara barat, dengan menguasai 40% saja sudah berani kartel. Seperti dalam penjualan produksi minyak bumi," ujarnya.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !