INILAH.COM, Jakarta- Bagi rumah mode pengantin yang populer di New York, pasar gaun pernikahan pada musim semi dan musim gugur merupakan tradisi semi-tahunan. Ini setelah sedikit tampilan krim dan satin putih pada gaun terompet dan gaun mekar dengan lapis tule ditutupi beberapa variasi, menunjukkan bahwa hal ini sering tampak berlebihan.
Seorang desainer yang terus menerus menciptakan kembali gaun pengantin sejak 1992 adalah Vera Wang. Koleksi terbarunya untuk musim semi 2011, ditampilkan di New York, Selasa (13/4), juga merupakan pameran seni terbarunya.
Berbekal pengetahuan yang mendalam tentang teknik couture di masa lalu, Wang mengembangkan teknik ini ke dalam teknik baru. Dia membuat organza terlihat ringan dengan mengalungkan kain sutera menjadi ukiran atau gunakan tule sebagai kanvas untuk mencetak motif bunga atau renda. Semuanya ditampilkan pada koleksi musim semi ini.
Mengambil tema 'Feminitas yang Rapuh' dari taman atau upacara minum teh sebagai poin awal, Wang secara cermat dan terbatas hanya menampilkan 11 gaun baru, namun secara hati-hati menampilkan konstrukti identitas pada masing-masing.
Dimulai dengan gaun pertama, gaun puteri duyung dengan hand-printed organza chantilly dengan satu bahu tercetak lembut di lengan. Ini semakin menjelaskan bahwa tidak satupun istilah gaun pengantin dapat digolongkan sama ketika datang kepada rancangan Vera Wang.
Gaun puteri duyung biasanya diasosiasikan sebagai siluet satin kaku biasa dengan penggolongan yang selalu sama. Di lain pihak, versi gaun Wang pada tepi pinggiran terlihat seperti lukisan organza dari woodblock Jepang yang menggambarkan gelombang berbusa.
Di gaun lain, muncuk detail terkecil yang mebuat keseluruhan gaun seperti bernyanyi. Contohnya saja gaun ungu dengan sentuhan pucat yang sensual, seolah-olah kedua pengantin telah menyelinap keluar dengan sembunyi-sembunyi ke taman. Dengan warna yang sedikit pucat, Wang menampilkan efek telur Paskah, dengan warna es seperti tampilan lembut cangkang telur.
Sebagai salah satu ciri yang menampilkan suasana taman, ada banyak unsur bunga. Dari kelopak bunga pada bordir tangan di korset dengan tambahan tule ke dalam bentuk tampilan bunga besar yang muncul di pinggiran rok seperti melemparkan buket.
Namun yang lebih menakjubkan adalah arstitektur gaun yang dikembangkan dengan catatan Wang sebagai 'teknik tangga'. Pembentukan fraktal yang dibuat dengan layer cascading di mana melawan gravitasi sutera seperti pencerahan gila dari matematika yang berubah menjadi seni. [mor]