Tokoh besar Melayu, Nyat Kadir yang juga mantan Walikota Batam secara resmi bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Deklarasi resminya diadakan pada Kamis (28/8) di halaman Sekretariat DPW PKS Kepri yang dihadiri oleh lebih dari 500 orang.
Bergabungnya mantan Ketua DPW PKB Provinsi Kepri ini ditandai dengan pemasangan jaket PKS oleh Ketua Bapilu DPP PKS, Razikun. Disusul kemudian Nyat Kadir memasangkan tanjak khas masyarakat Melayu ke Razikun sebagai simbol bahwa masyarakat Melayu akan all out mendukung kemenangan dakwah PKS di bumi Kepri.
Dalam orasi politiknya, Nyat Kadir mengatakan bahwa alasan mengapa bergabung dengan PKS karena menurutnya PKS adalah satu-satunya partai yang dalam visi misinya ingin mewujudkan Indonesia yang madani. "Belum pernah saya melihat ada partai yang visinya ingin mewujudkan Indonesia madani kecuali PKS", terangnya.
Selain itu, ketertarikan mantan calon Gubernur Kepri ini dikarenakan PKS adalah partai yang profesional dalam menjalankan sistem. Diakuinya, semenjak keluar dari PKB, penggagas slogan 'Batam Bandar Dunia Madani' ini ditawari banyak partai sebagai caleg DPR, DPRD Provinsi maupun kota, namun tidak diliriknya.
Nyat Kadir malah berlabuh ke PKS, walaupun hanya duduk sebagai dewan pakar. "Bukti PKS partai yang bersistem adalah seorang Nyat Kadir hanya ditempatkan sebagai dewan pakar dan saya ikhlas menerimanya karena saya tidak menuntut jabatan apapun di PKS," katanya.
Sebagai partai yang profesional, Nyat Kadir mengibaratkan PKS sebagai kampus yang sarat dengan ilmu dan ia pun siap belajar dan sekaligus saling memberi masukan untuk kemajuan Provinsi Kepri pada khususnya.
Ditemui ditempat yang sama, Ketua DPW PKS Kepri, Wildan Hadi Purnama mengatakan PKS menerima siapa saja. Apalagi dengan bergabungnya Nyat kadir sebagai tokoh Melayu yang kharismatik, Insya Allah cita-cita PKS untuk meraih pundi-pundi suara yang maksimal akan sesuai target.
Nyat pun berkayakinan dengan bergabungnya dirinya ke PKS akan diikuti oleh masyarakat Melayu. Ibarat kereta, Nyat Kadir adalah yang berada di depan, sehingga ke mana pun yang di depan, maka gerbongnya akan senantiasa mengikuti.
Hal ini dibuktikan dengan datangnya masyarakat dan tokoh melayu perwakilan seluruh Kepri yang hadir dalam deklarasinya bergabung dengan PKS.
Kendati demikian, belum tentu masyarakat Melayu mengikuti Nyat sepenuhnya. Buktinya Nyat kalah dalam Pilgub Kepri.
Ibnusy Reliable
ibnusy@gmail.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !