Senin, 28 Mei 2012 | 12:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Menjelang Pemilu AS 2008
McCain Pikat Wanita dengan Palin
Headline
John McCain dan Sarah Palin - istimewa
Oleh: Aisha Keyla Mazzetti
web - Sabtu, 30 Agustus 2008 | 13:01 WIB
INILAH.COM, Dayton John McCain memilih Sarah Palin sebagai pendampingnya pada Pemilu AS 2008. Gubernur Alaska ini jadi mesin suara untuk kalangan wanita dan usia muda. Tapi, Palin juga bisa jadi titik lemah kandidat Partai Republik ini.
Barack Obama sedang berada di perut pesawat saat mendengar Palin jadi kandidat wakil presiden dari Partai Republik. Dia, bersama Joe Biden, dalam perjalanan dari Denver menuju Pittsburgh untuk mengawali lawatan tiga hari. Istri kandidat presiden/wapres Partai Demokrat itu juga berada di pesawat yang sama.
Segera saja Obama menyambar gagang telepon. "(Obama) mengatakan dia (Palin) akan jadi kandidat yang hebat. Dia juga mendoakan Palin beruntung, tapi tidak sangat beruntung," kata Robert Gibbs, juru bicara kampanye Obama.
McCain, lawan Obama dalam 'duel' November mendatang, mengambil langkah berseberangan. Jika Obama memilih politisi senior sebagai pendampingnya, McCain memilih yang muda. Dalam hal pengalaman politik, Palin bahkan lebih mentah dibanding Obama. Padahal, soal mentahnya pengalaman politik Obama yang selalu jadi senjata McCain selama ini untuk menyudutkan lawannya.
Wanita cantik berusia 44 tahun ini baru dua tahun menjadi Gubernur Alaska. Sebelumnya, dia adalah Walikota Wasilla, wilayah yang hanya dihuni 6.500 jiwa. Tak heran, banyak yang meragukan kemampuannya. Seorang analis politik menyebutkan, Palin lebih berpengalaman menangkap ikan ketimbang soal kebijakan dalam dan luar negeri. Maklum, sebelumnya Palin pernah bekerja di sebuah perusahaan perikanan.
Tapi, tidak demikian di mata Paulette dari Wanita Republik Federasi Alaska. "Sarah Palin sepanjang karier politiknya, selalu dianggap enteng. Dia kuat, ulet. Saya yakin, dia memenuhi syarat. Lagi pula, kemampuannya berhubungan dengan pemilih sangat kuat," ujarnya.
Pesona itu pulalah yang dilihat McCain dari ibu lima orang anak ini. Dia yakin, Palin adalah rekan duet politik yang tepat untuk membantunya menggoyang Washington. Palin pula yang dianggapnya bisa membuat mereka mulai bekerja lagi untuk orang-orang yang memperhitungkan mereka.
"Dia orang yang saya butuhkan. Dia yang dibutuhkan negara ini untuk membantu kami berjuang dengan politik yang sama di Washington," katanya.
Palin, tentu saja, senang dan tertantang. Apalagi, dia menjadi wanita pertama yang meraih tiket Partai Republik itu. Dia pun jadi wanita pertama yang maju sebagai calon wakil presiden dalam Pemilu AS. Dan, jika McCain menang, dia pun jadi wakil presiden wanita pertama Negeri Paman Sam.
"Saya merasa tersanjung," katanya pendek. Dan, dia pun langsung berkampanye, memuji McCain. "Hanya ada satu kandidat yang betul-betul berjuang untuk Amerika. Orang itu adalah John McCain." Pernyataannya merujuk pada sejarah senator Arizona yang sempat jadi tahanan perang lebih dari lima tahun di Vietnam itu.
Tak pelak, Palin akan dimanfaatkan McCain untuk menambal 'lobang' yang ada pada dirinya. Palin bakal digunakan untuk berpacu dengan Obama yang selama ini memunculkan harapan baru bagi masyarakat AS. Dan, Palin pun akan bermanfaat bagi McCain untuk merebut suara kalangan wanita dan kaum muda yang selama ini dominan mendukung Obama.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan AP-Ipsos, Obama menyita perhatian wanita di AS. Dia unggul 13 poin dibanding McCain. Meski kalangan wanita kulit putih terbelah dua, Obama masih unggul untuk kalangan wanita di wilayah pinggiran. Obama juga unggul di kalangan warga AS yang berusia di bawah 30 tahun. Kalangan Hispanik yang jumlahnya cukup signifikan di AS, juga lebih banyak memilih Obama. Jangan tanya dukungan dari masyarakat kulit hitam.
Strategi dan upaya politik McCain tampaknya takkan sia-sia. Dengarlah suara Kathy Melkey. Guru pengganti berusia 49 tahun dari Granby, Connecticut, itu, bisa mewakili kalangan wanita yang masih mengambang. Dia wanita berkulit putih, independen, dan dari daerah pinggiran. Dia mengaku, tak sedikit yang masih ragu menentukan pilihan.
"Saya menunggu seseorang yang membuat saya kagum di sini," katanya. Dia mengaku menyukai Obama, tapi tak tertutup kemungkinan untuk berubah pikiran.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Liberty, Mathew Staver pun melihat McCain mengambil langkah cemerlang. Dia melihat Palin sebagai pilihan brilian bagi McCain. Wanita berkaca mata itu diyakininya akan menambah daya kampanye McCain dan menambah tenaga bagi kalangan konservatif itu.
"Palin adalah wanita yang yang bisa dipercaya. Dia punya posisi hidup yang kuat, konsisten dalam berpendapat. Dia paket yang komplit," katanya. Pandangan Staver agak bias karena kedekatan Liberty Counsel, lembaga hukum yang didirikannya, dengan McCain.
Sama biasnya pandangan Senator New York dari Partai Demokrat, Chuck Schumer. Dia melihat langkah McCain laksana sebuah perjudian. "Minimnya pengalaman Palin membuat orang berpikir tentang asumsi akan munculnya kesulitan dalam kepresidenan," katanya.
Apapun, yang jelas, Palin, lengkapnya Sarah Heath Palin, akan memberi warna dalam kehidupan politik AS. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.